Abrasi Pantai, Jalan Wisata Pulau Kapota Rusak
Bagikan

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Salah seorang anggota Komunitas Buani Kambode (KBK) Pulau Kapota, Sapriadin, menyayangkan adanya abrasi pantai di wilayah pesisir Desa Kapota Utara, Kecamatan Wangi-wangi Selatan.
Imbas dari abrasi pantai tersebut mengakibatkan rusaknya akses jalan wisata Danau Tailarontooge pulau mungil ini.
"Kalau sudah seperti ini, siapa yang mau bertanggungjawab. Lingkungan rusak, anggaran untuk bangun jalan wisatanya juga mubazir," kata Sapriadin kepada Buton Pos.
Selaku komunitas yang bergerak di bidang lingkungan, KBK sangat menyayangkan kondisi ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi sudah harus mengambil sikap yang tegas. Abrasi pantai di pesisir Desa Kapota Utara tidak terlepas dari proyek-proyek yang masuk ke wilayah tersebut.
"Rujukannya ke instansi terkait. Supaya lebih ekstra memperhatikan lingkungan kami. Apalagi Pulau Kapota telah ditunjuk Pemda Wakatobi sebagai kawasan pengembangan pariwisata," pungkasnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Pengelola Taman Nasional Wilayah I Wangiwangi, Union, menerangkan bahwa pihaknya telah mengetahui adanya abrasi pantai ini. Katanya, dalam waktu dekat dirinya akan mengutus anggotanya turun ke lokasi.
"Tadi itu teman-teman sudah mau ke sana, tapi masih ada anggotanya. Saya infokan ke teman-teman supaya mereka lihat besok," katanya melalui telepon selulernya.
Pantauan media ini, kerusakan jalan pariwisata akibat abrasi pantai tersebut, diperkirakan sekitar 20 meter.(m5)