Berita Terkini
Wakatobi

Anak 13 Tahun dari Wakatobi Masih Disandera Abusayaff

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 3 Februari 2020 15:00 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Anak 13 Tahun dari Wakatobi Masih Disandera Abusayaff
La Sambo kepada awak media memperlihatkan akta kelahiran Moh. Khairuddin di kediamannya di Desa Mola Nelayan Bakti, Kecamatan Wangi-wangi Selatan

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Hingga kini, belum ada kabar menggembirakan mengenai Moh. Khairuddin (13) yang jadi korban penyanderaan kelompok Abusayaff di perairan Tambisan, Lahad Datu, Malaysia, Kamis (16/1) lalu.

Anak dibawah umur tersebut disandera ketika ikut melaut bersama pamannya (juragan kapal perusahaan) dengan lima Warga Negera Indonesia (WNI) lainnya.

La Sambo (paman Moh. Khairuddin) sangat khawatir dengan keselamatan keponakannya itu. Karena hingga detik ini, dirinya belum tau pasti seperti apa kondisi para WNI yang disandera.

"Anak itu masih kecil, semoga dipulangkan dalam keadaan selamat ke hadapan keluarga," keluh La Sambo ketika ditemui awak media ini di kediamannya di Desa Mola Nelayan Bakti, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Sabtu (1/2).

18 hari sudah peristiwa penyekapan itu terjadi. La Sambo juga sudah mengadukan hal ini kepada Bupati Wakatobi, H. Arhawi Ruda. Namun hingga saat ini belum ada informasi tindaklanjut dari Pemda.

"Katanya pak bupati, dia akan menyuruh orang ke Jakarta, untuk ketemu bersama orang-orang di dapartemen luar negeri. Itu yang disampaikan pak Bupati, tapi sampai saat ini belum ada konfirmasi," jelasnya.

Dia berharap, pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat membantu pembebasan para WNI yang disandra. Karena kelompok bersenjata itu meminta uang tebusan senilai Rp 15 miliar.

"Kalau dari pemerintah pusat belum ada juga yang datang. Yang baru datang ini dari pihak TNI satu kali, menanyakan kejelasan kabar ini," ujarnya.

Sejak kecil Moh. Khairuddin sering dititip ke bibinya (sudara La Sambo, istri dari juragan kapal yang juga di sandera) kalau ayahnya melaut dalam waktu yang cukup lama. Sebab Moh Khairuddin, sudah ditinggal ibunya tak tau kemana.

Sementara ayahnya bernama, Yai Bin Kii, berprofesi sebagai nelayan, namun bekerja di perusahaan yang berbeda.(m5)

Bagikan