Kemenkomarves, Bappenas, dan KKP Implementasi Wakatobi Sea Bamboo untuk Combbity Garden
Bagikan

PUBLIKSATU.CO, WAKATOBI--
Sekitar 2,5 jam sebelum waktu sunset, bertempat di lokasi Waha Tourism Community, Jumat (28/2), sejumlah pejabat Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (KomenkoMarves) melakukan implementasi Wakatobi Sea Bamboo untuk Combbity Garden.
Kegiatan implementasi Wakatobi Sea Bamboo untuk Combbity Garden disebut dengan kegiatan Memoarial Planting.
Combbity Garden merupakan akronim dari Community Based Biodiversity (Combbity) Garden, suatu kawasan yang diinisiasi untuk restorasi karang yang berlokasi di Desa Waha dan Desa Koroe Onowa Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi.
Acara dimulai dengan foto bersama seluruh peserta implementasi Wakatobi Sea Bamboo, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti untuk penanda lokasi deployment substrat bambu laut, yang diwakili oleh Tukul Rameyo Adi (Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Sosio Antropologi KemenkoMarves), Rahmat Mulianda (Kepala Sub Direktorat Perikanan Bappenas), dan Akhmatul Ferlin (Kepala LPTK BRSDM KP).
Selain itu, dilakukan pula penandatanganan prasasti yang berisi daftar nama peserta implementasi Wakatobi Sea Bamboo, khususnya Tim dari KomenkoMarves dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Setelah penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan penyerahan bibit bambu laut oleh Tukul Rameyo Adi mewakili Tim KemenkoMarves dan Bappenas kepada Pihak Waha Tourism Community (WTC) untuk selanjutnya ditanam di lokasi Combbity Garden.
Sunarwan Asuhadi, Ka Keltiyasa LPTK yang mendampingi Akhmatul Ferlin pada kegiatan ini mengatakan bahwa Teknologi Wakatobi Sea Bamboo merupakan hasil kegiatan perekayasaan LPTK BRSDM KP dalam rangka menindaklanjuti Kepmen KP No. 46/KEPMEN-KP/2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas bambu Laut (Isis spp.), yang saat ini telah berubah status perlindungannya menjadi status perlindungan penuh melalui Kepmen KP No. 8/KEPMEN-KP/2020 tentang Perlindungan Penuh Bambu Laut (Isis spp.).
“Perekayasaan tersebut menerapkan Metode integrasi ex-situ dan in-situ (Migrasi), yang disebut dengan Wahana Perekayasaan Teknologi Konservasi Biota Sea Bamboo atau Wakatobi Sea Bamboo yang berlokasi di Laboratorium Konservasi LPTK BRSDM KP sebagai lokasi ex-situ dan lokasi blue hole Ou Ntooge, dengan luas ± 8,5 ha, meliputi 2 desa, yakni Desa Waha dan Desa Koroe Onowa Kec. Wangi-Wangi Kab. Wakatobi sebagai lokasi in-situ," bebernya.
Implementasi Wakatobi Sea Bamboo diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi di lokasi kegiatan in-situ. Demikian harapan dari LPTK BRSDM KP.