Realitas Perairan Kepton Dibeber di Hadapan Pejabat Kemenkomarves
Bagikan

PUBLIKSATU.CO, WAKATOBI- Dalam paparannya di hadapan peserta Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (KemenkoMarvest), Akhmatul Ferlin, Kepala Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK BRSDM KP) menyebutkan bahwa setidaknya ada enam permasalahan Pulau-Pulau Kecil.
Apa saja? Kemiskinan masyarakat dan keterbatasan Sumber Daya Manusia, akses transportasi dan komunikasi, infrastruktur dasar, pengawasan dan penegakan hukum konflik pengelolaan, rentan rusak dan daya dukung terbatas, degradasi lingkungan dan sumberdaya, serta biaya pembangunan tinggi.
Acara yang dihelat di Aula Patuno Resort tersebut, mengambil tema “Pembangunan Kemaritiman dan Investasi Menuju Visi Indonesia Sebagai Pusat Peradaban Maritim Dunia”, selain dihadiri oleh peserta dari lingkup KemenkoMarvest, juga dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi, Jumat (28/2)
Acara FGD kali ini merupakan bagian dari Pembahasan Rencana Strategis (Renstra) Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi tahun 2020 – 2024, dihadiri oleh hampir seluruh pejabat teras lingkup KemenkoMarvest, di antaranya: Tukul Rameyo Adi (Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Sosio Antropologi), Dedy Miharja (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim), Andri Wahyono (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa), Rahman Hidayat (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur), Elvi Wijayanti (Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim), Tito Setiawan (Kepala Biro Umum), dan Arif Rahman (Kepala Biro Perencanaan dan Informasi), serta Rahmat Mulianda (Kepala Sub Direktorat Perikanan Bappenas).
Akhmatul Ferlin dalam bagian dari paparannya, mengatakan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) Kab. Wakatobi 2016-2020 mendefinisikan potensi kemaritiman, meliputi 3 potensi kemaritiman, yang pertama adalah potensi bagian permukaan, yang terdiri dari dari adat dan budaya bahari, jasa lingkungan, lokasi riset dan adaptasi bencana, wisata pantai dan panorama, energy angin dan matahari, transportasi dan konektivitas, dan perdagangan antar pulau.
Potensi kemaritiman yang kedua adalah potensi kemaritiman bagian tengah, meliputi: perikanan tangkap, perikanan ikan karang, budidaya laut, dan energy (arus dan gelombang).
Yang ketiga terkait dengan potensi kemaritiman yang bagian bawah, meliputi: wisata bahari, lokasi riset, jasa lingkungan, industry bioteknologi kelautan, dan energy laut dalam.