Antisipasi Corona, BPBD Sultra Petakan Tiga Jalur
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Dalam mengatisipasi penyebaran Virus Corona, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra membagi tiga jalur yang disinyalir merupakan pintu penyebaran Virus Corona, yakni jalur darat, jalur laut, dan jalur udara.
Hal ini disampaikan Kepala BPBD Sultra, Boy Ihwansyah saat melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Sultra di Mapolda, Rabu kemarin.
"Ada tiga jalur yang berpotensi masuknya virus corona (Covid-19) di Sultra dan harus diantisipasi, yakni jalur darat, laut, maupun udara," imbuhnya.
Untuk di Sultra, lanjutnya, ada beberapa daerah mempunyai Bandara terutama ibu kota Provinsi Sultra, Kota Kendari. Diketahui ada lima Bandara di Sultra yang menjadi jalur penerbangan, yakni Bandara Haluoleo Kendari, Bandara Sangia Ni Bandera Tangketada Kolaka, Bandara Sugimanuru Muna, Bandara Matahora Wakatobi, dan Bandara Betoambari Kota Baubau.
"Kemudian untuk jalur laut, Kota Baubau diidentifikasi menjadi wilayah yang rentan jalur masuknya virus corona melalui jalur laut, sebab pelabuhan Kota Baubau masuk sebagai pelayaran nasional. Dimana, Pelabuhan Kota Baubau menjadi tempat persinggahan jalur pelayaran penumpang dari Barat ke Timur maupun Timur ke Barat. Denga menutup laju persebaran wabah corona melalui jalur laut, Gugus Tugas akan ditempatkan di Pelabuhan Baubau untuk melakukan pemantauan ekstra ketat agar corona tak menembus ke Sultra," jelasnya.
Sementara untuk jalur darat, tambahnya, yang rentan masuknya virus corona, yakni Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Sebab Kolut berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) serta, Konawe Utara (Konut) yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Kabupaten Morowali.
"Kita tahu kalau di Morowali ada pabrik nikel seperti di Morosi, dimana kemungkinan ada pekerja TKA yang bisa saja melakukan perjalanan melewati Sultra. Sehingga jalur darat juga kita perketat pematauannya, sehingga bisa memutuskan penyebaran Virus Corona," pungkasnya. (m1)