Hugua Kampanye Pariwisata Sultra ke Singapura
Bagikan

PUBLIKSATU.SULTRA-
Minat masyarakat Singapura terhadap keindahan alam Sulawesi Tenggara khususnya Wakatobi sangat tinggi. Hal ini terungkap pada web seminar (webinar) yang diselengarakan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra bekerja sama dengan Pemda Sultra, Pemda Wakatobi dan Gabungan Industri Parisiwisata Indonesia (GIPI) Sultra, Jumat (15/5).
Sulaiman Shehdek Principal WITO Singapura setelah menyimak paparan Ir Hugua dan Nadar, Kadis Pariwisata Wakatobi mengatakan potensi ekoturisme dan wisata bawah laut Sulawesi Tenggara khususnya Wakatobi dan Labengki akan sangat diminati masyarakat Singapura. Sulaiman menambahkan masyarakat Singapura sudah mencari alternatif tujuan wisata lain selain Bali dan ternyata Sulawesi Tenggara surganya.
Sulaiman mengingatkan pengusaha wisata dan Pemda Sultra bahwa ada sebanyak 1,9 juta orang Singapura berwisata ke Indonesia setiap tahun. "Ini peluang yang mesti direbut," tukasnya.
Ir. Hugua, Ketua GIPI Sultra sangat menghargai upaya Perwakilan BI Sultra dengan memfasilitasi webinar ditengah tengah pandemik Covid-19. "Disamping kita memutus rantai Covid ini juga kita mesti move on memikirkan perputaran ekonomi paska-bencana kesehatan ini," tambahnya.
"Melalui webinar ini saya selaku Ketua GIPI Sultra punya kesempatan untuk meyakinkan audiens Singapura dengan mepresentasikan potensi empat klaster Pariwisata Sulawesi Tenggara yaitu klaster Great Kolaka Raya, Great Konawe Raya, Great Rawa Aopa, Great Muna Raya, Great Buton Raya dan Great Wakatobi.
Isu penting yang dipertanyakan media dan pengusaha pariwisata Singapura dalam webinar tersebut adalah kurangnya informasi mengenai peluang investasi Singapura pada sektor pariwisata di Sultra, akses penerbangan ke Sultra bahkan langsung ke Wakatobi.
Disamping itu juga kurangnya informasi mengenai objek wisata unggulan Sulawesi Tenggara yang telah dimuat dalam paket wisata pada masyarakat Singapura. "Yah Wakatobi sudah terbiasa dikuping orang Singapura karena masuk 10 Bali baru namun kami belum tahu cara terbang kesana," ketus Arief Latief Country Manager WITO.