BKIPM Baubau Lepas 60 Ekor Anak Penyu di Pantai Cemara Wakatobi
Bagikan

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) Baubau dan Keamanan Hasil Perikanan melalui Stasiun Karantina Ikan dan Pengendali Mutu (SKIPM) Baubau menyelenggarakan kolaborasi kegiatan bakti lingkungan pantai dan laut bersama Taman Nasional Wakatobi, Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi dan Pemeritah Daerah Wakatobi di Pantai Cemara, Desa Wapia-Pia, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sabtu (27/06/2020).
Kegiatan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam rangka Bulan Mutu Karantina Tahun 2020 yaitu bersih pantai dari sampah plastik dan pelepasan tukik (anak penyu) sejumlah 60 ekor di hadiri oleh Ibu Wakil Bupati Wakatobi, Kepala Taman Nasional Wakatobi dan tim, Kepala Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi dan tim, kepala Dinas dan Kelautan dan Perikanan Wakatobi, Ketua dan Wakil Kerukunan Keluarga Sulawesi Sekatan (KKSS), Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi, PSDKP, WWF, pelaku usaha BKIPM, Kepala Desa Wapia-Pia dan masyarakat adat setempat.
Kepala BKIPM Baubau, Arsal menyampaikan pada saat pemberian sambutan dan laporan bahwa kegiatan di Pantai Cemara ini merupakan kegiatan akhir dari serangkaian acara yang telah dilaksanakan pada Bulan Mutu Karantina selama tahun 2020.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu wakil bupati atas kehadirannya dan memberikan arahan pada kegiatan ini. Disampaikan pula bahwa perlunya kita bersinergi dan selalu bersosialisasi kepada masyarakat dalam menjaga kelestarian sumberdaya perikanan dan kelautan. Penyelundupan dan perdagangan lokal terhadap jenis biota laut yang dilindungi masih sering ada dan terjadi, maka dari itu perlu bersinergi oleh semua pihak," ungkapnya.
Pengawasan ketat tanpa kesadaran yang tinggi masyarakat untuk menjaga kelestarian laut tidak akan maksimal. Hal ini disampaikan sebagai edukasi kepada masyarakat dan siswa bahwa perlunya menjaga ekosistem laut dan pantai secara berkelanjutan untuk menghasilkan penyu dan biota laut lainnya agar lestari.
Kepala Taman Nasional Wakatobi, Darman juga menyampaikan bahwa Biodirvesitas keanekaragaman hayati laut wakatobi sangat besar, terdiri dari 75 % karang dunia ada di wakatobi, biota laut yg hidup dikarang sekitar 52 % dari biota laut yg hidup di dunia dan ada 2 spesies penyu di wakatobi dari 5 spesies penyu yang ada Di Indonesia, yaitu penyu sisik (Eretmochelys Imbricata) dan penyu hijau (Chelonia mydas).
"Oleh karena itu perlunya kita bersama untuk menjaga ekosistem laut. Penyu hijau yang kita lepaskan pada hari ini merupakan hasil penangkaran dari Taman Nasional Wakatobi yang ada di Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi," ucapnya.