Wakatobi

Harga Ayam Potong di Pasar Wangi-wangi Melonjak

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 30 Juli 2020 14:45 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Harga Ayam Potong di Pasar Wangi-wangi Melonjak
Puspa Wati

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Harga ayam potong di pasar Wangi-wangi terbilang cukup tinggi. Penyebab tingginya harga ayam potong tersebut, karena stoknya langka dan terbatas.

Demikian dikatakan Kasi Pengembangan Perdagangan dan Stabilitas Barang Pokok Penting, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Wakatobi, Puspa Wati pada media ini, kemarin.

"Yang agak langka sekarang ini ayam, lagi nggak ada. Lagi kosong. Sudah juga berusaha didatangkan tapi ditolak sama kapal Feri karena diantrian terakhir, tidak muat lagi kapasitas kapal Ferinya," terang Puspa Wati kepada Buton Pos yang ditemui di Disperindag Wakatobi, Senin (27/7).

Menurutnya, kelangkaan daging ayam potong di Wakatobi disebabkan belum masuknya kapal tol laut. Sebab pedagang daging ayam disuplai dari Surabaya. Buntutnya sambung Puspa, kini para pedagang terpaksa memesan ke Kota Baubau dengan selisih harga yang berbeda dari Surabaya.

"Itu pun sampai hari ini belum tiba, mungkin insya Allah satu dua hari ini (tanggal 28- 27/07) sudah akan tiba. Tapi harganya agak mahal, karena ngambilnya dari Baubau. Dari harga biasanya per ekor Rp 70 ribu yang besar, sekarang naik hingga Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu," ujarnya.

Untuk yang ayam hidup atau ayam kampung kata Puspa, kisaran harga Rp 100 ribu per ekornya. "Kalau yang ayam hidup biasanya menjelang lebaran-pasti rata-rata seperti itu," tuturnya.

Berbeda dengan daging Sapi. Untuk stok daging Sapi ini tambah Puspa, pihaknya tidak terlalu khawatir, sebab masih momen lebaran Idul kurban. "Kalau idul kurban sih, kita tidak ragu karena rata-rata banyak orang kurban," singkat Puspa Wati. (publiksatu)

Bagikan