Tiga Tahun Memimpin, Arhawi Menggenjot Pemerataan Infrastruktur di Empat Pulau Wakatobi

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Sebagai daerah yang masuk 10 pariwisata prioritas nasional, Kabupaten Wakatobi terus melakukan pembenahan infrastruktur sebagai penunjang. Baik itu dari segi fasilitas perhubungan laut, pembangunan sarana pelayanan kesehatan, penataan ruang-ruang publik, kegiatan pengaspalan jalan hingga menggenjot sejumlah fasilitas perdagangan.
Memang, selama tiga tahun terakhir Kabupaten Wakatobi di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, H. Arhawi Ruda-Ilmiati Daud, banyak merealisasikan pembangunan infrastruktur di empat Pulau Wakatobi.
Di tahun 2019 lalu, pemerintah daerah (Pemda) Wakatobi sukses menggenjot tujuh fasilitas perhubungan laut, dimana pekerjaannya dibiayai lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Wakatobi, APBD Provinsi serta APBN pusat.
Ke tujuh fasilitas perhubungan tersebut tiga diantaranya di dua Kecamatan Pulau Wangi-wangi, yakni Pelabuhan Pangulubelo yang kini jadi gerbang utama pelayaran masuk dari ke Wakatobi, Pelabuhan Wanci serta Dermaga Numana di Desa Liya Onemelangka.
Untuk dua Kecamatan di Pulau Kaledupa, ada Pelabuhan Desa Ambeua dan pekerjaan Dermaga penyeberangan Fery di Desa Ollo. Untuk Dermaga Fery Desa Ollo Kecamatan Kaledupa Selatan, di tahun 2020 ini pekerjaanya telah masuk tahap ketiga atau tahap akhir, tepatnya mulai dikerjakan sejak tahun 2018 lalu.
Sementara itu, untuk pembangunan Dermaga penyeberangan Feri di Pulau Tomia dan Binongko masih dalam proses pekerjaan yang dimana, tahap ke dua akan diselesaikan di tahun 2021 nanti.
"Pelabuhan Panggulubelo dan Pelabuhan Fery di Kaledupa, Tomia, Binongko menggunakan APBN. sedangkan untuk Pelabuhan Numana Desa One Melangka menggunakan APBD Proivinsi Sulawesi Tenggara, sementara Pelabuhan Wanci dan Pelabuhan Ambeua menggunakan APBD Kabupaten," papar Kepala Bapedda Wakatobi La Tarima, lewat
Kepala Bidang Infrastruktur dan pengembangan wilayah La Ode Almuktadir. (publiksatu)