SMAN 1 Wangi-wangi Terapkan PTM, Tetap Ikuti Protokol Kesehatan

PUBLIKSATU, WAKATOBI - Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di ruang kelas sudah berlangsung di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Wangi-wangi.
Pihak sekolah tetap merujuk kepada pembelajaran pola new normal di tengah pandemi Covid-19, meski Kabupaten Wakatobi masuk kategori daerah zona kuning.
Kepala SMA Negeri 1 Wangi-wangi, Jumui SPd MSi mengaku, PTM di dalam kelas telah dilakukan pihaknya sejak empat hari terakhir, Senin (24/8). PTM dilakukan berdasarkan surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Sultra, No 421/3873/DKP perihal Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Dimassa Pandemi Covid-19.
Pihak sekolah juga telah mendapat kesepakatan dari para orang tua siswa lewat rapat komite. Katanya, selama berada di dalam lingkungan sekolah para siswa dianjurkan untuk menerapkan standar protokol kesehatan.
"Cara masuk siswa harus jaga jarak, kita sudah siapkan tempat cuci tangan. Kursi duduk di dalam ruang kelas belajar, kita atur jarak satu setengah meter atau jumlah siswa 50 persen dari kapasitas biasanya. Misalkan jumlah siswa 36 orang tidak masuk semua, mereka belajar shift, artinya kalau shift pertama sudah selesai masuk lagi shift kedua," terang Jumui yang ditemui kantornya, Rabu (26/8).
Ia menambahkan, dalam melangsungkan PTM juga SMA Negeri 1 Wangi-wangi juga telah memenuhi syarat yang diminta Dapodik. Baik itu pemenuhan infrastruktur hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya.
"Semacam ada pemeriksaaan begitu. Misalkan ketersediaan tempat cuci tangan, sabun disediakan di depan kelas. Dan alhamdulillah kita juga mendapat bantuan dari gubernur yakni tempat cuci tangan pake tower, dengan pembagian masker secara gratis juga dari provinsi dan itu kita bagikan ke semua siswa kita," terangnya.