Sultra

Manajemen Rekayasa Lalilintas ala Hado Hasina (1): Strategi Garbarata Sultra, Sodamparagigi Dipopulerkan

Oleh Admin Publiksatu · Selasa, 1 September 2020 13:15 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Manajemen Rekayasa Lalilintas ala Hado Hasina (1): Strategi Garbarata Sultra, Sodamparagigi Dipopulerkan

SEBAGAI Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Dr H Hado Hasina MT terus melakukan managemen rekayasa lalulintas. Bagaimana konsepnya?

Laporan: Irwansyah Amunu

MANAJEMEN Rekayasa Lalulintas terus dilakukan Hado Hasina. Program dan kebijakan didasarkan pada misi Pemprov Sultra, dalam strategi Garbarata Sultra (Gerakan Akselerasi Pemerataan Pembangunan Daratan dan Kepulauan Sulawesi Tenggara).

Empat misi Garbarata di bidang transportasi, pertama, meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kedua, memajukan daya saing wilayah. Ketiga, mewujudkan birokrasi pemerintahan propinsi yang moderen. Keempat, meningkatkan konektivitas dan kemitraan antar pemerintah, swasta, dan masyarakat.

"Kami populerkan dengan akronim Wolio, Sodamparagigi. Kebijakan nasional tentang pengelolaan simpul transportasi, bandara, pelabuhan, dan terminal dapat dilakukan oleh swasta atau badan usaha, Perusda, koperasi, seperti yang akan segera diterapkan dalam pengelolaan Pelabuhan Murhum Baubau mulai tahun 2021 mendatang," beber Hado dalam pesan whatsapp yang dikirimkan pada koran ini.

Sebagai contoh, Terminal AKDP Pantai Nirwana dibangun di tanah masyarakat, bukan Pemkot. Masyarakat nantinya akan mendapatkan bagi hasil.

Bukan hanya itu, dalam waktu dekat Pelabuhan Baubau akan dikelola badan usaha pelabuhan. Dengan demikian, semua infrastruktur pelabuhan akan dibangun badan usaha atau swasta. Bukan pemerintah. Pemerintah mendapat konsesi dari pengelolaan tersebut. "Hal ini yang sudah dilakukan pada pengelolaan Pelabuhan Kendari di Bungkutoko," sambungnya.

Bagikan