Kapal Nelayan Ditambat di Sungai Terpendek di Dunia, Pengunjung Wisata Terganggu
Bagikan

PUBLIKSATU, KOLAKA - Pengunjung wisata pemandian Sungai Terpendek di Dunia, di Desa Tamborasi terganggu dengan kehadiran sebuah perahu bermesin yang ditambat pada lokasi utama wisata di Kecamatan Iwoimendaa itu.
Selain membersihkan kapal dari sampah bekas melaut, pemilik kapal juga terkesan cuek dengan pengunjung yang terganggu dengan bau solar yang cukup menusuk.
Ironisnya, meski sudah sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna obyek wisata, pengelola salah satu destinasi andalan Kabupaten Kolaka tersebut justru terkesan membiarkan tindakan pemilik kapal.
Beberapa pengunjung yang terlanjur mandi hanya bisa mengeluh dan menyingkir, terutama saat pemilik kapal membuang sisa air dari dalam perahu dan melemparkan jangkar hingga ke pangkal sungai.
Seorang petugas pengutip sewa gazebo di tempat itu mengungkapkan, pemilik kapal bermesin adalah nelayan yang bermukim di sekitar lokasi wisata.
Menurutnya, setiap hari perahu bermesin memang selalu ditambat di tempat tersebut, agar terhindar dari terjangan ombak, sekaligus memudahkan untuk dibersihkan oleh pemiliknya.
"Dia tinggal di sini juga, memang selalu disimpan disitu kapalnya," kata petugas pemungut sewa Gazebo bertubuh tambun yang menolak menyebut identitasnya.