Sambut Pilkada Serta Menekan Penyebaran Covid-19, Pemprov Sultra Launching Sejuta Masker
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan launching sejuta masker, Kamis (10/9). Program tersebut bertujuan untuk memutuskan rantai Covid-19 di wilayah Sultra yang saat ini tengah merayakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020.
Sejuta masker tersebut didistribusikan di sejumlah darah di wilayah Sultra. Pelepasan sekaligus launching sejuta masker tersebut dilakukan Gubernur Sultra, Ali Mazi SH, kemarin.
"Sebagaimana diketahui bersama bahwa suasana bangsa kita saat ini, khususnya kita di Sulawesi Tenggara masih dirundung keperihatinan yang mendalam, akibat bencana non alam, yaitu pandemi Covid-19. Cara yang dianggap dapat mencegah penularan virus tersebut adalah menjadikan semua aktivitas sosial, budaya, ekonomi, dan seluruh kegiatan institusi di lingkungan instansi pemerintah dan swasta wajib memberlakukan protokol kesehatan. Kebijakan pembatasan sosial tetap diberlakukan, dan protokol kesehatan cegah covid-19 tetap dilaksanakan, mengingat vaksin untuk mencegah dan mengatasi Covid-19," imbuhnya.
Kata Ali Mazi, bencana pandemi Covid-19, yang melanda dalam beberapa bulan terakhir telah membawa perubahan yang begitu besar. Tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga pada sektor lainnya, antara lain sektor sosial dan ekonomi, serta ketertiban dan ketentraman masyarakat. Dimana, secara keseluruhan telah mempengaruhi dinamika dan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak terkecuali dalam proses penyelenggaraan pilkada serentak tahun 2020.
"Sebagaimana diketahui bahwa semula puncak pemilihan kepala daerah (Pilkada) akan digelar pada 23 september 2020, akan tetapi akibat adanya pandemi covid-19 terpaksa diundur hingga 9 desember 2020. Pilkada serentak akan dilaksanakan di 270 wilayah di seluruh indonesia. Dari 270 wilayah tersebut, terdapat 7 (tujuh) kabupaten di Sulawesi Tenggara yang akan melaksanakan pilkada, yakni muna, Wakatobi, Konawe Selatan, Konawe Utara, konawe kepulauan, Buton Utara dan Kolaka Timur," jelanya.
Sambungnya, dalam menyonsong puncak penyelenggaraan Pilkada yang sudah semakin dekat, dari memasuki tahap pendaftaran, penetapan paslon, tahap kampanye, hingga menuju hari H pemungutan dan perhitungan suara. Sehingga diperlukan upaya kongkrit untuk menciptakan kenyamanan bagi semua pihak, mengingat nuansa penyelenggaraan pilkada serentak kali ini berada dimasa new normal akibat pandemi covid-19, berbeda dengan pilkada sebelumnya.
"Sebuah tantangan tersendiri bagi kita, khususnya bagi setiap unsur penyelenggara Pilkada, yakni KPU provinsi dan kabupaten/kota, Bawaslu PPK, PPS dan KPPS, pasangan calon kepala daerah (Cakada) seluruh komponen pendukung serta seluruh masyarakat, utamanya bagi yang akan menyalurkan hak suaranya di TPS. Tantangan dimaksud adalah kekhawatiran akan terpapar oleh virus corona, yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, dengan tidak memilih kepada siapa saja serta dikhawatirkan memunculkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19," ulasnya.