Uji Beban Jembatan Teluk Kendari, Gubernur Ingat Jembatan Penghubung Pulau Buton dan Muna
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI - Pada Sabtu (3/10) Jembatan Teluk Kendari mulai menjalani uji beban statis dan dinamik. Hadir dalam uji beban tersebut, Gubernur Sultra H Ali Mazi, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, dan Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Dalam sambutannya Gubernus Sultra, Ali Mazi mengungkapkan, setiap kali melihat Jembatan Teluk Kendari, Ia mengingat kembali cita-citanya 15 tahun silam saat periode pertamanya memerintah Sultra tahun 2003-2008, yakni membangun jembatan yang menghubungkan Pulau Muna dan Pulau Buton.
“Namun hingga berakhirnya periode tersebut, apa yang dicita-citakan belum terwujud. Untuk itu, di periode kedua saya memimpin daerah Sultra bersama Dr H Lukman Abunawas, sangat berharap impian lama tersebut dapat terwujud. Alhamdulillah, saya memiliki keyakinan besar, karena rencana pembangunan Jembatan Buton sudah mendapakan respon positif dari Menteri PUPR. Keyakinan ini semakin bertambah, karena rencana tersebut mendapat dukungan dari Wakil Ketua Komisi V DPR dalam hal ini Ridwan Bae," pungkasnya.
Senada dengan itu Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae mengungkapkan, pembangunan sebuah infrastrutur besar membutuhkan perjuangan. Ia mencontohkan Jembatan Teluk Kendari.
Lantas, Ia menceritakan perihal sejarah pembangunan Jembatan Teluk Kendari. Menurutnya, Jembatan Teluk Kendari diinisiasi sejak zaman Gubernur La Ode Kaemoeddin. Diwujudkan di masa Gubernur Nur Alam, kini dituntaskan Gubernur Ali Mazi pada periode keduanya.
“Semua harus kita hargai, insha Allah kita akan upayakan bersama dengan Gubernur dan para tokoh masyarakat menghadap ke Presiden RI untuk minta waktu beliau meresmikan Jembatan Teluk Kendari bersama dengan proyek-proyek lainnya, seperti Kendari New Port serta lainnya," jelas Ridwan Bae.
Sambungnya, jalan nasional yang ada di Kota Kendari (New Port) itu akan diusulkan pembangunannya. Sehingga membutuhkan dukungan dari Pemprov untuk pembuatan Amdal dan studi kelayakannya. Dimana anggaran yang diproyeksikan, berkisar antara Rp 100-150 miliar.