Dukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional, Pemprov Sultra Tanam Mangrove di Lahan 1.000 Hektare
Bagikan

PUBLIKSATU, KONAWE - Dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah Provinsi Sultra melakukan penanaman mangrove di lahan 1000 hektare, yang bertempat di Kabupaten Konawe, kemarin.
Penanaman mangrove tersebut, sekaligus bertepatan dengan Kunjungan Kerja (Kunker) Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Alue Dohong di Provinsi Sulawesi Tenggara, dalam program pemulihan ekonomi nasional.
Dalam sambutannya, Gubernur Sultra, H ali Mazi SH yang diwakili Sekda Provinsi Sultra, Hj Endang Abbas mengatakan, guna melaksanakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya penanaman mangrove di Provensi Sultra.
Demi menselaraskan program pemulihan ekonomi nasional (PEN), yang mengakibatkan kepada menurunya tingkat kesejahteraan masyarakat, utamanya mereka yang berpengasilan rendah.
"Hal ini mengharuskan pemerintah mengambil langkah luar biasa (extra ordinary) di bidang perekonomian melalui PEN. Salah satu program PEN yang dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) adalah padat karya penanaman mangrove (PKPM). Karena, hutan mangrove menjadi salah satu sumber penghidupan bagi masyarakat khususnya masyarakat pesisir. Dengan rehabilitasi mangrove, sangat penting untuk mengurangi meningkatkan kualitas lingkungan serta mengurangi dampak covid 19 bagi masyarakat," terangnya.
Sambung Ali Mazi, program pemulihan ekonomi nasional melalui padat karya penanaman mangrove,sejalan dengan visi Pemerintah Provensi Sulawesi Tenggara,sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD 2018-2023, yaitu terwujudnya Sulawesi Tenggara yang aman,maju,sejahtera,dan bermartabat. Daimana, dijabarkan ke-4 misi dan dalam misi kami yang pertama, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar dapat berdaulat dan aman dalam bidang ekonomi pangan, pendidikan, kesehatan, lingkungan,
politik, serta iman, dan takwa.
"Program padat karya penanaman mangrove (PKPM) diharapkan kegiatan ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sulawesi Tenggara khususnya di bidang ekonomi dan lingkungan. Karena program ini, sangat membantu ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19, utamanya mereka yang bermata pencaharian di sekitar kawasan hutan mangrove,dan sekaligus memulihkan kerusakan Ekosistem Hutan Mangrove itu sendiri.