Sultra

Puskesmas Wapunto Gelar Donor Darah Di Desa Lagasa

Oleh Anuardin · Kamis, 7 September 2023 20:23 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Puskesmas Wapunto Gelar Donor Darah Di Desa Lagasa
Ketgam : Warga sedang melakukan donor darah yang digelar Puskesmas Wapunto di Desa Lagasa. (Anuardin)

PUBLIKSATU, MUNA - Puskesmas Wapunto Kecamatan Duruka menggelar kegiatan donor darah di Desa Lagasa. Kegiatan Donor Darah ini bertujuan untuk mendukung perencanaan persalinan dan pencegahan Komplikasi (P4K) Wilayah Kecamatan Duruka, Rabu 07/09/2023.

Pelaksanaan Donor darah ini dilaksanakan selama dua hari dimana pihak Puskesmas Wapunto Bekerja Sama Dengan tim UPTD RSUD dr. H. L.M. Baharudin,M.Kes sebagai tenaga teknis.

Baca Juga: Angka Transaksi Digital di ASEAN Tahun 2025 Diproyeksikan USD 1 Triliun

Kepala Puskesmas Wapunto Hj. Rahmawati mengatakan kegiatan donor darah kali ini merupakan program Puskesmas Wapunto setiap tahun. Tujuan dari donor darah ini untuk membantu masyarakat apa bila membutuhkan darah di Rumah Sakit.

"Kegiatan donor darah ini merupakan program Kami Puskesmas Wapunto. kegiatannya kami laksanakan selama dua hari. Hari pertama di desa Lagasa, hari kedua di Wapunto,"ucapnya.

Selain itu lanjut dia, hasil dari donor darah ini pihak Puskesmas akan menyerahkan kantung darah ke RSUD dr. Baharudin untuk disimpan.

"Target kami 160 kantung darah, nanti hasilnya kami akan serah ke Rumah Sakit karena disana ada Unit Transfusi Darah jadi sana di simpan,"ujarnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp 1.064.000 Per Gram

Rahmawati juga mengatakan bahwa masyarakat yang didatang secara sukarela untuk mendonorkan darahnya diberi uang transportasi dan makanan ringan.

"Jadi masyarakat yang datang mendonorkan darahnya kami berikan uang transpor dan makanan ringan berupa Snack dan susu,"timpalnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Muna dr. Baynuddin mengatakan kantong Darah di Muna sangat terbatas. Dirinya menyarangkan kepada semua pihak terutama pemerintah Kecamatan dan Desa untuk melakukan screening warganya untuk mengetahui jenis golongan darahnya masing-masing.

"Caranya adalah pemerintah kecamatan dan desa bekerja sama dengan Puskesmas setempat untuk melakukan screening warga dengan usia aktif donor darah, sehingga di Desa masing-masing diketahui siapa golongan darah A,B,O dan seterusnya. Sehingga ketika ada warga yang butuh darah maka kita tidak susah untuk mencari pendonor karena kita punya data,"terangnya.

Baca Juga: Satpol PP Baubau Tertibkan APK Parpol Tak Beraturan PUBLIKSATU

Karena begitu pentingnya darah maka dirinya menyarangkan kepada camat dan kepala desa se-kabupaten Muna untuk membangun koordinasi dan komunikasi dengan Puskesmas untuk melakukan pendataan kepada masyarakat.

"Camat dan kepala desa harus berkoordinasi dengan Puskesmas, karena camat yang punya warga Puskesmas menyiapkan programnya,"tukasnya. (Anuardin).

Bagikan