Perempuan Desa Menuju Parlemen Berjanji akan Berjuang Bersama Kaum Termaginal
Bagikan

PUBLIKSATU, KENDARI – Misniatin, AMd, calon anggota DPRD Sultra, dari partai Demokrat yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Konawe, Konawe Utara dan Konawe Kepulauan (Konkep).
Misniatin mengaku sebagai perempuan desa yang bakal menggoyang gedung parlemen atau DPRD Sultra di tahun 2024. Perempuan desa yang sedang menuju parlemen. Dia memang lahir dari desa Andepali, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe tahun 1981. Namun dalam perjalanan hidupnya kedua orang tuanya pindah di Desa Wawolemo, Kecamatan Pondidaha. Dia bersama saudara-saudaranya ikut diboyong ke desa itu sampai sekarang.
Setelah menikah dengan Abudan Tebawo, M.M, seorang ASN di Badan Riset Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Misniatin tetap tinggal di desa Wawolemo sampai sekarang. “Jadi saya ini betul-betul perempuan desa asli,” ujar Misniatin yang mengaku sebagai ibu rumah tangga biasa itu via Whasup, Jumat (15/12/2023) Siang.
Dia memang ibu rumah tangga, bahkan dia mengaku berprofesi sebagai petani, tapi penampilannya mampu menghipnotis banyak orang. Dia cantik dengan body yang sempurna sangat supel bergaul dengan siapa saja, pergaulannya luar biasa. Dia bergaul mulai dari desa tempat tinggalnya, tingkat kabupaten, Provinsi, bahkan nasional, jangan heran kalau dia sampai begitu akrab denngan Annisa Pohan, istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono.
Misniatin memang kader Partai Demokrat. Dia pun menjadi caleg Partai Demokrat untuk DPRD Provinsi Sultra, dengan daerah pemilihan Konawe, Konawe Utara dan Konawe Kepulauan. Dia mengaku sudah bekerja keras keliling daerah, menjaring aspirasi rakyat, mendengarkan keluhan mereka. Karena itu, Misniatin begitu yakin bakal terpilih menjadi anggota DPRD Sultra. Apalagi tiga kecamatan di sekitar tempat tinggalnya, yaitu Pondidaha, Besulutu dan Amonggedo. dia calon tunggalnya untuk DPRD Sultra. “Saya yakin sekali bakal terpilih,” katanya ketika ditanya seberapa besar peluangnya bakal terpilih.
Dia berjanji kalau terpilih akan memperhatikan kebutuhan rakyat di dapilnya dan dia juga akan membantu menyalurkan aspirasi rakyat yang berjuang untuk kepetingan pembangunan di daerahnya, terutama untuk memenuhi kenutuhan mereka sebagai petani. Dia akan menjadi jembatan yang baik untuk menyampaikan aspirasi dari rakyat untuk pemerintah. “Sebagai wakil rakyat saya akan menjadi wakil yang bisa diandalkan,” katanya.
Wakil ketua Badan Pembinaan Jaringan dan Konstituen daerah (BPJKD) Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Sultra itu selainn fokus ada petani, nelayan dan peternakan juga akan memperjuangkan kaum yang selalu terlupakan sehingga menjadi orang yang termargialkan, seperti masyarakat miskin yang banyak di desa-desa, teman-temannya perempuan petani, buruh tani dan kelompok distabilitas. "Perempuan buruh tani banyk di desa, penghasilannya sangatlah kecil, bagaimana kita mengangkat taraf hidup mereka ke depan melalui program UMKM," katanya.
Misniatin bersama pasangannya Abudan Tebawo, M.M., telah dikaruniai lima orang anak yang manis-manis, yaitu Annisa Anaway Soroga, Yasfandah Soroga, Ilham Nur, Aisar Fahmi dan Mahfud Aditya. Kedua orang tuanya yang sempat tinggal di desa kelahiran dia dan ibunya yaitu Desa Andepali. Bapaknya alm Muslimin Dullah berasal dari Palopo Sulawesi Selatan, juga bekerja sebagai petani di desa Wawolemo, sedang Ibunya Hasmina, A.Ma., ada seorang guru desa Amosilu, sekarang sudah pensiun. Misniatin sangat bangga dengan profesi bapaknya sebagai petani, maka dia pun ikut sebagai petani di desanya, hanya dia petani kelas menengah ke atas.
Karena itu, Misniatin akan berjuang untuk petani, nelayan dan peternak. “Mereka lah orang yang berjuang untuk kebutuhan pokok orang-orang kota, termasuk para pejabat, maka nasib mereka harus kita ubah, petani, peternak dan nelayan harus menjadi orang bisa menikmati kesejahteraan,” kata Misniatin mengekspresikan kecintaannya kepada mereka yang susah sejahtera itu.(ram)