Warga Desa Kontumere Digegerkan Dengan Penemuan Mayat Paruh Baya Gantung Diri
Bagikan

PUBLIKSATU, RAHA --- Warga desa Kontumere Kecamatan Kabawo digemparkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki pria paruh baya di sebuah kebun jambu mente dalam keadaan tergantung, Senin, 25/08/2025.
Penemuan mayat itu diketahui bernama La Mpalei (83) Bin La Dakumu. Ia diduga gantung diri menggunakan sarung warna ungu bermotif warna kuning hitam yang terikat pada dahan jambu mete ketinggian 180 Cm yang melintang diatas jalan pengerasan lorong I Desa Kontumere Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna.
"Dia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Kasi Humas Polres Muna, Ipda Baharuddin.
Baharuddin mengatakan, menurut keterangan Saksi La Ode Mpoa bin La Ode Kapuu bahwa Pada hari senin tanggal 25 Agustus 2025 sekitar pukul 06.00 Wita, Saat itu Saksi melintas di jalan menemukan korban gantung diri dengan menggunakan sarung. Setelah itu saksi memberitahukan kepada anak korban yang bernama La Humali bin La Mpalei dan masyarakat sekitar kejadian.
"Kemudia La Humali bersama dengan masyarakat sekitar kembali ke tempat kejadian dan menghubungi Polisi," ungkapnya.
Kemudian lanjut Bahar, Menurut keterangan saksi yang lain yakni Wa Anta yang juga anak Korban mengatakan bahwa korban datang di rumahnya pada hari minggu tanggal 24 agustus 2025 sekitat jam 10.09 wita.
Baharuddin menerangkan, Bahwa korban tidur di Rumah Saksi, pada hari senin tanggal 25 agustus 2025 sekitar jam 04.00 wita menemukan korban sudah bangun dan duduk-duduk di Kursi. Setelah itu, pada pukul 05.00 wita, saksi tidak menemukan korban dalam rumah kemudian saksi pada sekitar jam 06.00 wita keluar dari dalam rumah menuju kebun.
"Korban tinggal di Rumah Istri Kedua yang bernama Wa Muna binti La Dundu di Desa Kasaka Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. Korban Kondisi Sakit Strok sebelah kanan namun masih bisa jalan pincang. Korban sering bicara ngawur sejak sakit Strok dari bulan januari tahun 2025," ujarnya.
Sedangkan berdasarkan keterangan saksi dari istri kedua Korban mengatakan bahwa korban meninggalkan rumah sejak tanggal 24 Agustus 2025.
"Kata istrinya, Korban sering marah - marah tanpa sebap, korban sering mangatakan akan bunuh diri. korban tidak pernah berselisih paham dengan orang lain," terang Baharuddin.
Setelah diketahui ada mayat di kebun warga, Polisi dari jajaran Polsek Kabawo datang di TKP bersama warga langsung melakukan police line serta berkoordinasi dengan Puskesmas Kabawo untuk melakukan pemeriksaan fisik.
"Hasil pemeriksaan medis, korban tidak ditemukan adanya kekerasan fisik, Korban di duga dengan sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena berdasarkan hasil Olah TKP maupun di badan Korban tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan," Pungkasnya. (Anuardin)