Enam Usulan Buton dalam Program Lisdes
Bagikan

PUBLIKSATU, PASARWAJO -- Sinkronisasi Usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dari Pemerintah Daerah dan Fasilitas Penyiapan Lahan Serta Penyelesaian Perizinan Lisdes digelar Kementerian ESDM di Provinsi Sulawesi Tenggara yang dipusatkan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra.
Pada momen ini selain penyajian materi, para kepala daerah atau yang mewakili diberikan kesempatan untuk memberikan masukannya.
Pemerintah Kabupaten Buton yang dihadiri Wakil Bupati Buton, Syarifuddin Saafa, ST mewakili Bupati Buton. Turut hadir pada giat ini Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, General Manager UID Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat PT PLN Persero, perwakilan PLN Pusat dan Koordinator I Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sultra serta Bupati/ Walikota atau yang mewakili serta instansi teknis.
Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, ST mengungkapkan Buton mengajukan 6 usulan di Tahun 2026, salah satunya bantuan listrik di Dusun Bajo Desa Benteng. 02 Buton berharap usulan ini dapat segera terealisasi sehingga masyarakat Buton di muara atau Dusun Bajo Desa Benteng dapat segera memperoleh penerangan listrik yang sangat dibutuhkan oleh warga setempat.
"Hari ini kan sinkronisasi jadi data yang mereka sampaikan, yang mereka collect dari PLN dan usulan-usulan daerah itu kembali dipaparkan, Pemkab Buton mengusulkan di Tahun 2026 ini, dari 5 usulan tambah 1 lagi, jadinya 6 usulan. Itu terutama di Desa Benteng Dusun Bajo Kecamatan Lasalimu. Karena itu daerah di muara, masyarakat kita, keluarga kita, orang tua kita di muara itu harus juga dapat listrik. Cuman tadi sudah dapat tanggapan dari PLN Pusat bahwa itu akan dapat perhatian. Kita tunggu saja realisasi dari mereka," harap mantan legislator ini, (1/10).
Sementara itu, di tempat yang sama, Manager PLN UP3 Baubau Dani Dwi Saputro menyampaikan solusi terkait kendala jaringan SUTR nya Dusun Bajo Desa Benteng karena melewati muara bisa melalui pemasangan PLTS tiap rumah.
"Untuk Dusun Bajo Desa Benteng, solusi yang kami tawarkan adalah pemasangan PLTS tapi setiap rumah ada, disesuaikan dengan jumlah rumah atau KK yang disitu. Untuk dayanya sekitar 900 atau 1.300. Kalau secara teknis atau secara jaringan tidak memungkinkan karena kondisinya lewat muara dan disitu rawan buaya, kalau ada pemeliharaan nanti rawan. Nanti untuk usulannya, kami minta data dari Pemda melalui Dinas Perkim," jelasnya.
Kegiatan berlanjut hingga hari kedua Jum'at 2 Oktober 2026 dengan coaching clinic yaitu pendalaman teknis usulan masing-masing Kabupaten/Kota. (P4)
