Buton Dipilih Jadi Lokasi Proyek LENTERA, Daerah Pertama yang Dikunjungi Kementerian Lingkungan Hidup
Bagikan

PUBLIKSATU, PASARWAJO -- Kabupaten Buton mendapat kepercayaan menjadi salah satu lokasi Proyek LENTERA (Land and Ecosystem National Threat Evaluation and Risk Assessment) atau Evaluasi Ancaman dan Penilaian Risiko Nasional terhadap Lahan dan Ekosistem yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup bersama International Union for Conservation of Nature (IUCN), Rabu (30/9).
Dari tiga lokasi pelaksanaan proyek di Indonesia, Kabupaten Buton menjadi daerah pertama yang dikunjungi dalam rangkaian persiapan dan pengumpulan data kondisi ekosistem.
Direktur PSDAB KLH/BPLH, Dr. Hariani Samal, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa Proyek LENTERA bertujuan membangun basis data ilmiah kondisi ekosistem melalui pendekatan Red List of Ecosystems (RLE) sebagai dasar penguatan kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, La Ode Syamsudin, S.Pd., M.Si., menyambut baik dipilihnya Buton sebagai lokasi proyek tersebut.
“Kita bersyukur Buton menjadi pilihan untuk Sulawesi Tenggara. Lingkungan adalah fondasi dari pembangunan itu sendiri. Karena itu, keberlanjutannya harus kita jaga dan pelihara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan perlu didukung data yang akurat, termasuk pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat.
Tim PPG LENTERA/IUCN, Hanif Falah, mengatakan kunjungan dan FGD ini menjadi tahap awal untuk memperoleh masukan terkait kondisi ekosistem serta tantangan pengelolaan lingkungan di daerah.
Proyek yang didanai GEF-8 tersebut juga diarahkan untuk memperkuat integrasi kebijakan, perlindungan ekosistem, serta pengelolaan pengetahuan dan pemantauan lingkungan.
Bagi Kabupaten Buton, keterlibatan dalam Proyek LENTERA menjadi peluang untuk memperkuat data lingkungan sekaligus memastikan aspek ekologis menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (P4)