Bajo Bahari Disulap jadi Kampung Pelangi
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Desa Bajo Bahari, Kecamatan Wabula, makin memiliki daya tarik untuk dikunjungi. Bukan hanya tentang keindahan lautnya, rumah-rumah warganya pun tak kalah menariknya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton menyulapnya menjadi kampung pelangi.
Disebut kampung pelangi, karena rumah-rumah warga di sana telah dipoles dengan cat warna-warni oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim). Bila diamati memang mirip pelangi.
Hasil ide kreatif dari Kepala Disperkim Kabupaten Buton, Muhammad Rajulan ini mendapat pujian dari Bupati Buton, La Bakry.
La Bakry mengakui bahwa keberadaan kampung pelangi sangat bagus dan menarik dipandang. Berlama-lama pun tidak membosankan. Hal ini terungkap dalam lawatannya di kampung pelangi tersebut, Senin (5/11).
Dikatakan, kampung pelangi merupakan salah satu program Bajo Bersinar yang digagas oleh Pemkab Buton. Ke depan akan lebih dikembangkan lagi.
"Ini model percontohan dulu. Kalau berhasil, seluruh kampung Bajo yang ada di Kabupaten Buton akan dibikin hal yang sama," ujarnya.
-
Desa Bajo Bahari, Buton disulap jadi kampung pelangi
Terhadap seluruh perkampungan suku Bajo, dipastikan akan diakses dengan infrastruktur penunjang seperti jalan, sarana pendidikan, air bersih hingga fasilitas lainnya. Hal demi menjadikan kampung Bajo sebagai destinasi wisata Kabupaten Buton.
"Tanpa didukung infrastruktur yang memadai, sektor pariwisata akan kesulitan tumbuh. Jadi kalau sudah dengan maka pariwisata akan tumbuh dan ekonomi masyarakat juga tumbuh," katanya.
La Bakry berharap, masyarakat Bajo dapat mendukung program ini. Sebab jika dikembangkan dengan baik, maka dapat menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Disperkim Kabupaten Buton, Muhammad Rajulan mengungkapkan, dalam melakukan pengecatan rumah warga, pihaknya dibantu aparat Kepolisian dan TNI. Dari lebih kurang120 rumah yang ada, sudah 30 rumah selesai dicat.
Selain itu, sebagai pihak yang menangani perumahan warga, Rajulan juga mencatat ada 50 rumah nelayan Bajo Bahari sekarang dalam kondisi tak layak huni. Lima di antaranya rusak berat, sisanya rusak ringan dan sedang.
"Sekarang kita ada program bedah rumah. Rumah yang tidak layak huni maupun rusak, kita benahi terlebih dahulu sebelum dicet warna warni," tandasnya. (man)
