Berita Terkini
Sultra

Universitas Muhammadiyah Kendari Dorong Mahasiswa Belajar Bahasa Mandarin

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 15 November 2018 16:40 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Universitas Muhammadiyah Kendari Dorong Mahasiswa Belajar Bahasa Mandarin
Rektor UMK Muhammad Nur (kedua kiri) didampingi Kepala LPPM UMK Musadar Mappasomba (paling kanan) foto bersama perwakilan dari Beijing Language University

PUBLIKSATU, KENDARI — Tak sedikit yang menganggap belajar bahasa adalah hal yang membosankan, hingga tidak terlalu penting untuk masa depan. Bahkan, ada paradigma bahwa yang penting sudah menguasai bahasa Inggris saja sudah cukup. Hal inilah yang membuat Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Muhammad Nur, SP., M.Si., berinisiatif menjalin kerja sama dengan pihak Beijing Language University terkait pelatihan bahasa Mandarin pada mahasiswa UMK.

Muhammad Nur menuturkan, pihak Beijing Language University sudah menangkap gejala di masyarakat Indonesia yang tidak terlalu menginginkan banyak tenaga kerja dari Cina. Setelah dipelajari ternyata banyak perusahaan Cina yang mendatangkan tenaga dari negara asalnya karena faktor bahasa.

“Menurut mereka masyarakat tidak mengerti perintah dari pimpinan perusahaan Cina yang rata-rata hanya bisa bahasa Mandarin. Supaya masyarakat lokal bisa bekerja di perusahaan milik Cina, harus bisa berbahasa Mandarin. Oleh karena itu, melalui mahasiswa setidaknya setelah lulus dari UMK bisa bekerja di perusahaan milik negara Tirau Bambu tersebut, terutama perusahaan yang bergerak pada sektor pertambangan,” ujarnya, Rabu (14/11).

Dia menambahkan, mahasiswa UMK akan diajari bahasa Mandarin oleh pihak Beijing Language University selama dua tahun.

“Harapannya dengan begitu ketika mahasiswa menyelesaikan studinya, mereka juga sudah bisa berbahasa Mandarin. Selain itu kami juga dorong mereka agar menjamin mahasiswa UMK yang bisa bahasa Mandarin untuk direkomendasikan bekerja di perusahaan China,” terang Muhammad Nur.

Kesepakatan dalam pertemuan awal tersebut, sambung dia, akan segera dimuat dalam Memorandum of Understanding (MoU). Pihak Beijing Language University sementara menyusun draftnya untuk dipelajari UMK. Dimana dalam perjanjian itu, UMK hanya diminta menyiapkan ruangan, mahasiswa, dan koneksi internet. Sementara tenaga pengajar bahasa Mandarin menjadi tanggung jawab pihak Beijing Language Unisversity.

“Berkat kerja sama ini, kami tidak perlu lagi mengeluarkan banyak biaya untuk mengajarkan bahasa Mandarin pada mahasiswa,” tuturnya.

Rencananya, Juni 2019 Beijing Language University melakukan observasi awal untuk memantau dan menentukan model pembelajaran bahasa Mandarin di UMK. Kemudian akan disusun model pembelajaran yang tepat agar tetap menyenangkan bagi mahasiswa.

“Kami berharap semua program studi di UMK mengikuti proses pembelajaran bahasa Mandarin ini. Langkah awal mereka akan mengajar program studi yang alumninya sulit mendapatkan lapangan kerja,” tutupnya. (ags/b)

Bagikan