Berita Terkini
Sultra

Pemprov Sultra Gelar Seminar Kepahlawanan Oputa Yi Koo

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 16 November 2019 20:16 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Pemprov Sultra Gelar Seminar Kepahlawanan Oputa Yi Koo
Sultan Himayatuddin (Oputa Yu Koo)

PUBLIKSATU, KENDARI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra menggelar seminar dengan tema "Kepahlawanan dan Aktualisasi nilai-nilai Perjuangan Sultan Himayatuddin (Oputa Yi Koo) dalam spirit kontemporer yang diadakan di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (13/11) kemarin.

Saat ditemui Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Drs Asrun Lio Mhum, PhD mengatakan, kegiatan ini dalam bentuk mengenang kembali perjuangan dan kepahlawanan serta aktualisasi nilai-nilai perjuangan Sultan Himayatuddin (Oputa Yi Koo) dalam spirit kontemporer.

"Hari ini kita mengelar seminar mengenai nilai-nilai perjuangan dan kepahlawan Sultan Himatuddin (Oputa Yi Koo) dalam strategi perlawanan melawan VOC dengan keluar masuk hutan keluar hutan. Dimana Sultan Himayatuddin bahkan pernah meninggalkan jabatannya sebagai perlawanannya dengan VOC. Mengapa beliau (Sultan Himayatuddin, red) mendapat gelar Oputa Yi Koo karena selama berjuang tinggal di dalam hutan menyusun perjuangan melawan VOC, dan di Gunung Siontapina sebagai tempat pengistirahatan terakhirnya," ungkapnya.

Lanjut Asrun Lio, sekarang kaitannya dengan spirit kontemporer dan nilai juang yang sudah diterapkan harusnya bisa ditorehkan Sultan Himayatuddin, lalu diwariskan melalui generasi muda. Dimana Genarasi saat ini dan mendatang harus melawan ketidakadilan serta intriks intimidasi penindasan, melakukan segala bentuk kerjasama yang tidak menguntungkan bagi rakyatnya.

"Seminar ini akan memberikan contoh keteladanan seorang pemimpin yang bisa bermasyarakat dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat banyak daripada kepentingan pribadi. Sehingga dengan kegitan ini, dari generasi muda sekarang apalagi Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, bisa menjadi salah satu pembicara dalam melakukan sosialisasi mengenai sifat kepahlawanan para leluhur yang harusnya ditiru dan diterapkan dalam kehidupan keseharian," tutupnya.

Pihaknya mengundang 350 peserta dari unsur Akademik, Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sejarah. Dosen Ilmu Budaya dan Sejarah, Guru-guru Sejarah, serta kita mengundang secara khusus keturunan-keturunan dari Oputa Yi Koo baik itu dari pihak ibu maupun dari pihak bapak dalam rangka ikut mendengarkan nilai-nilai Kepahlawanan Oputa Yi Koo.

"Dengan mengundang para keturunan langsung dari Oputa Yi Koo, mereka yang mempunyai garis keturunan ini juga bisa memberikan kepribadian. Ekspresi secara lisan yang diceritakan secara turun temurun dari keluarga mereka, bisa menceritakan leluhurnya dari awal sampai dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional," pungkasnya.

Ditempat berbeda Dr Tasrifin Tahara mengatakan, seminar ini dikemas dalam bingkai pendidikan, sehingga nilai-nilai kepahlawan dan nilai juang dari seorang Pahlawan Nasional, Oputa Yi Koo dapat teraktualisasi digenarasi muda khususnya pada generasi usia sekolah.

"Salah satu contohnya, bagaimana Oputa Yi Koo ini memperjuangkan hak dari seluruh rakyatnya saat itu mendapatkan perlakuan yang tidak wajar dari pemerintahan saat itu. Sehingga Sultan Himayatuddin atau Oputa Yi Koo melakukan perlawanan terhadap VOC pada saat itu," jelasnya.

Tambahnya, seminar ini selain akan menularkan aksi heroisme di generasi muda, masyarakat khususnya, kaum terpelajar bisa meniru serta mengaplikasikan perjuang seorang Sultan Himayatuddin saat memperjuangkan rakyatnyandari penindasan serta bisa dijadikan tolak ukur seorang pemimpin dalam mengayomi masayarakat yang dipimpinnya. (m1)

Bagikan