Berita Terkini
Sultra

Prihatin Kekerasan Anak di Sultra, P3APPKB Lakukan Diskusi Tematik dengan KP3A

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 11 Desember 2019 16:32 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Prihatin Kekerasan Anak di Sultra, P3APPKB Lakukan Diskusi Tematik dengan KP3A
Ilustrasi

PUBLIKSATU, KENDARI - Dalam mengantisipasi terhadap tingginya kekerasan terhadap anak di Sulawesi Tenggara (Sultra). Masih tingginya kekerasan emosional, fisik dan seksual yang terjadi pada anak di usia 13-17 tahun baik laki-dan perempuan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. (P3APPKB) melakukan diskusi tematik dengan Kantor Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing (KP3A), Senin (10/12) kemarin.

Kepala Dinas P3APPKB Sultra, Andi Tenri Rawe Silondae mengatakan, untuk Sulawesi Tenggara isu startegis yang masih menjadi persoalan masih rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan dalam bidang pembangunan.

"Kemudian masih tingginya kekerasan pada perempuan dan anak, termaksud tindak pidana perdagangan orang, dan masih tingginya angka kelahiran total (TFR)," imbuhnya.

Untuk itu sambung Tenri, pada tahun 2020 melalui APBD, pihaknya akan melakukan langkah-langah untuk mengupayakan kesejahteraan dan perlindungan anak. Salah satunya adalah, menyusun dengan penuh kebijakan pemenuhan anak, serta menyusun aksi rencana daerah pencapaian pemenuhan anak.

"Langkah lain untuk ditahun 2020, akan kita lakukan pelatihan sistem perlindungan anak, rapat koordinasi forum anak daerah, pelatihan gugus tugas, advokasi dan sosialisasi sarana pojok asi pada lembaga publik. Kemudian peningkatan fasilitas umum, sosialisasi pembentukan kabupaten/kota layak anak, dan pelatihan fasilitator kota layak anak," jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Kemtrian Bidang Komunikasi dan pembagunan, Ratna Susianawati menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya dengan kegiatan ini, pihaknya bisa mengetahui seberapa memprihatinkan kekerasan yang terjadi pada anak dan perempuan.

"Saya sangat berterima kasih, bisa diundang disini. Saya baru tahu, ternyata realita yang ada di Sultra seperti ini yakni mengenai Kekerasan yang dialami anak cukup tinggi di Sultra, sehingga ini akan menjadi perhatian kita bersama sekarang dan masa yang akan datang," pungkasnya. (m1)

Bagikan