Biaya Operasional RS SMS Berjaya Sangat Besar, Pelayanan Sosial Diutamakan
Bagikan

PUBLIKSATU, KOLAKA - Direktur Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka dr Muhammad Rafi memastikan tidak ada pergeseran prioritas pelayanan pasien umum dan BPJS pasca operasionalisasi rumah sakit SMS Berjaya.
Sebaliknya kwalitas pelayanan administrasi dan medis di badan layanan umum yang dipimpinnya akan semakin baik, sesuai visi misi bupati dan wakil bupati Kolaka saat ini.
Penegasan Rafi itu menjawab kekhawatiran mengenai kemungkinan terjadinya pergeseran pelayanan sosial ke prioritas bisnis guna mengantisipasi tingginya biaya operasional dan pemeliharaan rumah sakit.
"Kita bisa pastikan itu (pergeseran prioritas) tidak akan terjadi, bahkan dengan fasilitas yang lebih modern semua sistem bisa berjalan lebih baik dan standar pelayanan juga ikut menyesuaikan," kata Rafi saat ditemui di RS SMS Berjaya, Jumat (28/2).
Dikatakan Rafi, hingga saat ini jumlah pasien pengguna BPJS yang dilayani di RSBG Kolaka lebih dari 90 persen setiap hari.
Persentase tersebut memberi gambaran, kedepan prioritas pelayanan sosial akan tetap lebih tinggi dibanding sisi bisnis jasa rumah sakit.
"Apa yang mau dipungut dari pengguna BPJS, kan tidak ada. Jadi pastinya pelayanan kita tetap pada jalurnya. Kalau pasien umum lain lagi, kita harapkan mereka puas dan senang dengan pelayanan disini dan mereka memilih perawatan disini karena beberapa faktor diantaranya fasilitas dan tenaga dokter yang ada," tambahnya.
Diakui Rafi, pengoperasian rumah sakit dengan berbagai fasilitas mewah di dalamnya akan memberi dampak pada peningkatan biaya operasional dan pemeliharaan.
Karena itu pihaknya akan melakukan beberapa upaya guna mengantisi hal tersebut. Salah satunya adalah efisiensi.
Efisiensi itu contohnya pada pelayanan administrasi dengan penerapan sistem "one stop service" dimana semua data medis pasien diurus dan tuntas pada satu loket pelayanan.
Cara itu kata Rafi diyakni dapat memangkas jarak layanan sekaligus memberi efek efisien di bidang lain seperti penggunaan energi listrik dan hal lainnya.
"One stop service itu contohnya pasien rawan jalan penanganannya dipusatkan di lantai dua. Semua urusan hanya sampai dilantai dua saja. Tidak usah mondar-mandir lagi," ungkapnya.
Untuk diketahui, rumah sakit SMS Berjaya (RSBG) Kolaka di kelurahan Tahoa, kecamatan Kolaka telah dioperasikan sejak akhir Januari lalu.
Untuk tahap awal, operasionalisasi pelayanan rumah sakit masih terbatas pada layanan rawat jalan, sambil menunggu tuntasnya proses akreditasi dan penyelesaian sebagian ruang perawatan.
Rumah sakit SMS Berjaya dibangun melalui sharing pembiayaan antara BUMN (Antam), pemerintah pusat, APBD Kolaka dengan total anggaran lebih dari Rp 100 miliar.
Dengan 19 tenaga dokter spesialis dan 14 dokter umum/gigi, serta didukung berbagai fasilitas medis yang modern RSBG Kolaka ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan regional sejak 3 tahun lalu. (p12)