Buton

La Bakry Berjibaku Lepas Ketergantungan Dana Transfer dengan Kawasan Ekonomi Khusus

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 19 Maret 2020 16:57 WIB · 2 menit baca
Bagikan
La Bakry Berjibaku Lepas Ketergantungan Dana Transfer dengan Kawasan Ekonomi Khusus
Bupati Buton, La Bakry

PUBLIKSATU - Kemandirian keuangan Pemerintah Kabupaten Buton hingga kini masih dianggap rendah. Keuangan daerah sejauh ini masih tergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Indikator kemandirian keuangan suatu daerah dapat diukur dengan menggunakan rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total pendapatan daerah.

Bupati La Bakry menyebutkan meski naik, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Buton tiap tahunnya belum mengembirakan. Sebab, dilihat dari PAD pertahunnya hanya berkisar Rp 20 miliar. Angka ini nampak belum sesuai dengan harapan Bupati. Menurut La Bakry hal itu disebabkan anggaran Kabupaten Buton yang masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.

"Angka-angka kita memang tidak terlalu menggembirakan, meskipun terus tumbuh tetapi tidak terlalu tinggi, karena anggaran kita tergantung dana transfer. Kapasitas fiskal kita masih rendah. Ketegori rendah. Karena PAD kita itu hanya sekitar Rp 20-an miliar," ujar La Bakry saat membuka Musrembang di aula Kantor Bupati Buton, Gedung A, Lantai 2, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Rabu (18/3/2020).

Meski menjadi tantangan bersama, La Bakry nampak tahu betul apa yang harus ia lakukan untuk menjadikan Buton sebagai daerah mandiri. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi jawabannya.

Sejumlah Langkah telah ditempuh, hingga akhirnya berbuah investasi dari investor swasta Rp 25 triliun. Investasi untuk mereaslisasikan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus di Kecamatan Lasalimu dengan dua Teknopark yakni Industri berbasis Aspal Lawele dan Perikanan di Kamaru.

"Ini tantangan kita makanya kita berharap mendorong beberapa program kawasan yang sudah bersama pak Gubernur kemarin sebelumnya sudah didiskusikan. Tentang kawasan ekonomi Khsusus yang di Lawele," ujarnya.

Percepatan pembangunan KEK ini, La Bakry mengaku juga menyambangi Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Para pengusaha itu akan membangunan kawasan ekonomi bak Industri di Morowali. "Investor itu mau membangun di Buton itu seperti juga yang terjadi di Morowali. Semangat sekali mereka," ujarnya.

Bagikan