Danantara Kunjungi Aspal Buton, Tepis Isu Pabrik Aspal di Karawang
Bagikan
PUBLIKSATU, PASARWAJO --- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama sejumlah perusahaan BUMN turun langsung ke Kabupaten Buton untuk melihat potensi dan kesiapan pengembangan Aspal Buton (Asbuton). Didampingi langsung Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, S.H., rombongan meninjau langsung pabrik dan lahan pertambangan PT Wika Bitumen di Desa Mantowu, Kecamatan Pasarwajo, Kamis siang, (1/10)
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kajian pengembangan dan pemanfaatan Asbuton, sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi bahan baku, fasilitas produksi, serta kesiapan infrastruktur pendukung yang ada di Kabupaten Buton.
Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H. mengatakan, kunjungan Danantara dan BUMN tersebut menjadi momentum penting karena rombongan dapat melihat secara langsung potensi Aspal Buton dari sumbernya.
“Kedatangan mereka di sini ingin melihat langsung extraction plant di Buton, dalah satunya di Wika,” ujar Bupati Alvin.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Buton bersama rombongan juga melakukan diskusi mengenai peluang pengembangan ekosistem Asbuton. Hadir dalam kegiatan itu Senior Associate Cluster Infra MD Business 3 PT Danantara Asset Management (DAM) Aditya Hutama Iswardi, Direktur Utama PT Hakaaston (Hutama Karya Group) M. Rozi Rinjayadi, General Manager Operasi PT Wika Bitumen Pujo, perwakilan KPMG Fahmi, serta Ade tim khusus Asbuton dari Hakaaston.
Senior Associate Cluster Infra MD Business 3 PT Danantara Asset Management, Aditya Hutama Iswardi, mengatakan pihaknya telah melihat langsung infrastruktur dan bahan baku Asbuton yang tersedia di Buton.
“Terima kasih Pak Bupati kami sudah diberi kesempatan ke sini. Kami sudah melihat infrastrukturnya maupun dari segi bahan bakunya juga,” kata Aditya.
Ia menjelaskan, Danantara secara paralel mendukung instruksi Presiden dan arahan Kementerian Pekerjaan Umum terkait peningkatan penggunaan Aspal Buton. Sejumlah BUMN, termasuk Wika dan Hutama Karya, saat ini tengah mengkaji kesiapan teknis untuk pemanfaatan produk Asbuton yang sudah tersedia.
“Secara paralel kita mendukung instruksi Presiden juga arahan Kementerian PU terkait penggunaan Aspal Buton. Nanti teman-teman di BUMN kami, baik dari Wika, Hutama Karya, dan yang lainnya, sedang mengkaji dan melihat kesiapan untuk persiapan penggunaannya,” jelasnya.
Aditya sekaligus memberikan klarifikasi mengenai isu yang mengaitkan kegiatan groundbreaking di Karawang dengan rencana pembangunan pabrik Aspal Buton.
Menurutnya, kegiatan di Karawang dimaksudkan sebagai bagian dari upaya mendukung ekosistem, bukan sebagai pembangunan pabrik Aspal Buton baru.
“Groundbreaking di Karawang sebenarnya sebagai bentuk mendukung ekosistemnya, jadi bukan membangun pabrik,” tegas Aditya.
Ia menambahkan, Danantara tidak memiliki rencana membangun pabrik Aspal Buton di Karawang. Menurutnya, berbagai opsi pengembangan masih berada dalam tahap kajian internal.
“Sudah diklarifikasi juga kami tidak ada rencana membangun pabrik di Karawang karena semua masih dalam tahap studi di internal kami,” katanya.
Aditya menegaskan, pada tahap awal pihaknya justru mendorong pemanfaatan produk Asbuton yang telah tersedia. Karena itu, kunjungan ke Kabupaten Buton dilakukan untuk melihat langsung produk, bahan baku, infrastruktur dan kesiapan teknisnya.
“Kami ke sini untuk melihat produknya dan kesiapan teknisnya untuk bisa digunakan produknya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Hakaaston M. Rozi Rinjayadi mengatakan, pihaknya memiliki kepentingan untuk memastikan kesiapan Asbuton karena Hakaaston merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang operasi dan pemeliharaan jalan tol sekaligus aplikator aspal.
Rozi menilai momentum pengembangan kembali Aspal Buton sangat penting di tengah dinamika harga minyak dan aspal impor yang dipengaruhi kondisi global.
“Kami bisa mengatakan kebangkitan Aspal Buton sangat tepat,” ujarnya.
Menurut Rozi, fluktuasi harga minyak dan aspal impor menjadi salah satu alasan penting untuk memperkuat pemanfaatan material aspal dalam negeri. Ia berharap produk Asbuton dapat memenuhi kebutuhan konstruksi secara kompetitif sehingga penggunaannya dapat segera diperluas.
“Kami berharap Aspal Buton bisa match dengan aspal impor sehingga komersialisasinya atau penetrasi ke pasarnya bisa dilakukan segera,” katanya.
Meningkatnya pemanfaatan Asbuton, lanjut Rozi, diharapkan turut menghidupkan kembali industri aspal di Kabupaten Buton, termasuk PT Wika Bitumen dan sejumlah perusahaan Asbuton lainnya.
Selain meninjau pabrik dan lahan pertambangan PT Wika Bitumen di Desa Kabungka, rombongan juga mengunjungi Pelabuhan Banabungi dan Nambo. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya dari sisi hulu, apabila kebutuhan Asbuton meningkat secara nasional.
Kunjungan Danantara dan BUMN ini menjadi bagian dari proses kajian untuk memastikan potensi Asbuton di Buton dapat didukung oleh kesiapan bahan baku, produk, fasilitas produksi dan infrastruktur distribusi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Buton, kehadiran Danantara dan BUMN di lokasi sumber Asbuton menunjukkan adanya ruang sinergi yang semakin terbuka antara pemerintah daerah, pemerintah pusat dan badan usaha dalam mendorong pemanfaatan Aspal Buton.
Bupati Alvin berharap seluruh proses kajian dan pengembangan tersebut dapat berjalan dengan baik, sehingga potensi Aspal Buton di daerah dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak bagi pertumbuhan industri serta perekonomian masyarakat Buton. (P4)