Berita Terkini
Sultra

Gubernur Sultra Laksanakan Takziah Hari ke-3 di Pasar Wajo

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 11 Oktober 2021 02:08 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Gubernur Sultra Laksanakan Takziah Hari ke-3 di Pasar Wajo

PUBLIKSATU, SULTRA - Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H Ali Mazi SH beserta keluarga besar kembali berduka, di mana belum genap seratus (100) hari kepergian istri tercinta almarhumah ibu Agista Ariany Bombay, tiga hari lalu disusul berpulangnya ke rahmatullah ibunda tercinta Hj Wanazia Binti La Umara di RSUD Bahteramas.

Melalui Takziah hari ke-3 di Pasarwajo, Minggu (10/10), Gubernur Sultra, H Ali Mazi SH sekaligus mewakili keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Provinsi Sultra tanpa terkecuali, atas doa-doa yang dikirimkan untuk almarhumah ibundanya tercinta.

"Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, itulah kalimat yang biasa kita ucapkan dan kita dengarkan saat terjadi suatu musibah, khususnya pada peristiwa kematian. Kalimat tersebut sejatinya tidak hanya dimaknai sebagai ucapan duka cita semata, akan tetapi menjadi peringatan bagi setiap mahluk yang bernyawa bahwa kita semua juga akan menyusul mengalami kematian, kembali kepada allah subhanahu wata’ala, tuhan yang menciptakan serta mengatur kehidupan dan kematian makhluk ciptaan-nya," ucap Ali demikian sapaan akrabnya.

Sebagai manusia biasa, lanjutnya, tentu almarhumah tidak terlepas dari dosa dan kesalahan. Untuk itu, melalui kesempatan mulia ini, dirinya secara pribadi sebagai anak almarhumah dan mewakili keluarga, memohon dengan segala kerendahan hati kepada keluarga besar di Pasarwajo khususnya, dan masyarakat Sultra pada umumnya, untuk kiranya berkenan memaafkan dengan ikhlas dan lapang dada atas segala dosa dan kekhilafan ibunda tercinta almarhumah Hj Wanazia Binti La Umara, serta turut mendoakan semoga almarhumah diampuni dosa-dosanya, diterima segala amal ibadah dan mendapat tempat yang terbaik disisi Allah subhanahu wata’ala, aamin yaa rabbal ‘alamiin.

"Kepergian almarhumah menyisakan duka begitu mendalam bagi kami dan keluarga. Tidaklah mudah menerima kenyataan kehilangan seorang sosok ibu yang kami cintai, di mana menjadi panutan bagi kami, telah mengandung, berjuang melahirkan, merawat, dan membesarkan serta membimbing kami anak-anaknya dengan penuh keikhlasan, kesabaran, serta penuh kasih sayang," tutur Ali Mazi.

Bagi orang nomor satu di Provinsi Sultra ini, secara pribadi tahun ini merupakan tahun yang terasa begitu berat, karena di tengah perjuangan sebagai Gubernur memimpin dan membangun masyarakat dan daerah Sultra agar menjadi lebih baik, maju, dan sejahtera baik di masa kini maupun masa akan datang, dirinya diuji oleh Allah Subhanahu Wata’ala, dengan kehilangan dua sosok yang amat penting dalam perjalanan hidupnya, yakni sosok dibalik kesuksesan dalam menjalani kehidupan maupun menggapai cita-cita dan impian. Sosok yang selama ini telah luar biasa mensupport dalam menjalankan tugas baik sebagai ayah bagi anak-anak dan juga tugas pengabdian sebagai pemimpin masyarakat dan daerah Sultra.

"Namun agama mengajarkan, sebagai orang yang beriman kita harus selalu sabar dan ikhlas menghadapi setiap ujian di dunia fana ini, termasuk ujian dalam kehilangan orang-orang yang sangat kita sayangi. Saya sebagai anak tertua dari tujuh bersaudara, sangat mengetahui dan merasakan bagaimana perjuangan dan penderitaan almarhumah dalam membesarkan dan mendidik kami anak-anaknya, dengan segala keterbatasan pada saat itu. Peran luar biasa ibunda saya hanya dengan keyakinan terhadap kebesaran tuhan, melalui doa-doa dan zikir yang selalu dipanjatkan pada setiap salatnya, demi kesehatan, keselamatan dan kesuksesan anak-anak dan cucu-cucunya, sehingga beliau menjadi salah satu pendorong utama saya sejak ayahanda kami lebih dahulu dipanggil sang pencipta, untuk selalu kuat dan sabar menghadapi berbagai persoalan hidup dan kehidupan ini," kenang Ali Mazi penuh sedih.

Bagikan