Sultra

Menanti 5 Tahun, Saka Adhyasta Muna Resmi Berdiri, Bawaslu Muna Akhirnya Punya 'Benteng' Pengawas dari Pramuka

Oleh Redaksi · Rabu, 14 Oktober 2026 16:49 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Menanti 5 Tahun, Saka Adhyasta Muna Resmi Berdiri, Bawaslu Muna Akhirnya Punya 'Benteng' Pengawas dari Pramuka
Ketgam : Ketua Kwarcab Muna La Ode Asrafil melantik Ketua Bawaslu Al Azbal Naim sebagai ketua Mabi Saka Adhyatsa Pemilu. (Foto: Anuardin)

PUBLIKSATU, RAHA — Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Muna, La Ode Asrafil, resmi melantik komisioner Bawaslu Muna beserta seluruh jajaran sebagai Majelis Pembimbing, Pimpinan, Instruktur, dan Pamong Satuan Karya (Saka) Adhyasta Pemilu di Kantor Bawaslu Muna, Selasa (14/10/2026).

​Pelantikan ini menjadi tonggak penting kolaborasi strategis antara lembaga pengawas pemilu dan gerakan kepramukaan dalam melahirkan pengawas partisipatif dari kalangan pemuda.

Ketua Bawaslu Kabupaten Muna, Al Abzal Naim, mengungkapkan rasa syukurnya atas terealisasinya pembentukan Saka Adhyasta Pemilu ini. Ia menjelaskan bahwa gagasan pembentukan rintisan saka ini sejatinya telah digagas sejak lima tahun lalu pada periode kepengurusannya terdahulu.

​"Alhamdulillah, di bawah kepengurusan Ketua Kwarcab yang sekarang, pembentukan Saka Adhyasta Pemilu akhirnya bisa kita realisasikan," ujar Al Abzal.

​Ia membeberkan, pembentukan Saka Adhyasta Pemilu memiliki dua misi utama, yakni memberikan edukasi pemilu bagi masyarakat luas serta memperkuat pengawasan partisipatif.

Ke depan, Saka Adhyasta Pemilu akan menggelar berbagai kegiatan edukasi demokrasi yang diintegrasikan dengan kegiatan kepramukaan, dengan menyasar pengurus Kwarcab hingga adik-adik pelajar SMA.

​"Kami berencana merekrut adik-adik SMA untuk bergabung di Saka Adhyasta Pemilu. Atas nama Bawaslu Muna, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Kwarcab Muna yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Muna atas dukungan penuh hingga acara ini dapat terlaksana," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Muna, La Ode Asrafil, menegaskan bahwa Pramuka dan Bawaslu memiliki irisan nilai yang sangat kuat, yakni integritas, keadilan, dan persamaan di mata hukum.

​"Kata Adhyasta memiliki arti pengawas atau menjaga kehormatan. Karena itu, anggota Saka Adhyasta Pemilu memegang amanah mulia sebagai pelopor pengawas partisipatif yang jujur, adil, berintegritas, dan netral," puji Asrafil dalam sambutannya.

​Asrafil menekankan, Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter kaum muda memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan jiwa patriotisme dan kedisiplinan. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Satya dan Darma Pramuka dinilai sangat sejalan dengan semangat pengawasan pemilu.

​"Saka Adhyasta Pemilu hadir bukan sekadar wadah organisasi baru, melainkan sebagai kawah candradimuka bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega untuk menjadi agen perubahan (agent of change)," ungkapnya.

Asrafil mendorong agar kader-kader Saka Adhyasta Pemilu dapat berpartisipasi aktif mengawasi setiap tahapan pemilu, tidak hanya menjadi penonton, melainkan bagian dari solusi untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

​Ia juga membuka peluang agar keanggotaan dan rekrutmen kepramukaan di lingkungan Bawaslu dapat diperluas, sehingga Pramuka di tingkat kecamatan dapat bersinergi membantu tugas-tugas pengawasan Bawaslu.

​"Selamat menjalankan tugas kepada pimpinan Saka. Ingatlah selalu bahwa Pramuka itu suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Tunjukkan bahwa kaum muda Muna siap mengawal demokrasi dengan cerdas dan berintegritas," pungkasnya. (Anuardin).

Bagikan