20 Titik di Buton Tuntas Dipasangi Alat Panen Hujan
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON- Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton melalui Bidang Pencegehan dan Kesiapsiagaan tuntas merampungkan pemasangan alat panen air hujan di dua wilayah kecamatan, yakni Wabula dan Pasarwajo.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Buton, Rizal Djalil mengatakan, pemasangan pertama dilakukan di Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, 2 Oktober 2018 lalu. Terakhir di Desa Wasuemba, Kecamatan Wabula, sebelum 11 November 2018.
Mewakili Kepala BPBD Buton, Manafu, Rizal Jalil menegaskan, alat pemanen air hujan yang sudah terpasang harus dijaga dan dirawat baik-baik. Tidak boleh dipindahkan ke tempat lain. Jika ditemukan, pelakunya akan ditegur.
Kemudian bila teguran tetap tidak diindahkan, BPBD akan bertindak tegas untuk mengambil alih barang negara tesebut kemudian selanjutnya diberikan kepada yang lebih membutuhkan di tempat lain.
"Pada intinya alat panen air hujan yang sudah terpasang itu tidak boleh dipindahkan. Bila nanti kami temukan ada yang memindahkan, maka kami akan ambil alih untuk kami pindahkan ke tempat lain yang lebih membutuhkan karena mereka dianggap tidak mampu menjaga barang milik negara. Alat tersebut harus digunakan untuk kepentingan umum bukan hanya pribadi," ujarnya.
Pihaknya sekarang tinggal menunggu turunnya hujan untuk melakukan uji coba. Alat ini diharapkan dapat membawa manfaat buat kelangsungan hidup masyarakat.
Diberitakan sebelumnya, BPBD Buton telah menyiapkan alat pemanen air hujan yang digadang-gadang sebagai solusi penangkal bencana di musim penghujan maupun kemarau panjang. Pengerjaannya akan dimulai September-Desember 2018.
Mengawali penerapan penggunaan teknologi ini, BPBD Buton melakukan rapat bersama dengan pemerintah desa dan kecamatan di Kantor BPBD setempat, Selasa (17/7). Salah satu tujuannya adalah untuk dilanjutkan sosialisasinya kepada masyarakat agar diketahui fungsi dan cara penggunaannya.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Buton, Rizal Djalil mengatakan, sabagai langkah awal, teknologi alat panen hujan akan ditempat di 20 titik dalam wilayah Kecamatan Wabula dan Pasarwajo. Sasaran utamanya adalah pemukiman warga, perkebunan, tempat ibadah, hingga kantor pemerintahan.
"Sebagai langkah awal, kita akan tempatkan di 20 titik wilayah Kecamatan Wabula dan Pasarwajo. Kecamatan lainnya nanti akan menyusul," kata Rizal Djalil.
Dijelaskan, jika masyarakat menggunakan alat panen hujan dengan baik, maka dapat menjadi solusi krisis air bersih saat kemarau. Begitu juga ketika musim penghujan tiba, teknologi ini dapat berfungsi selayaknya waduk penampung air. Alat akan menampung limpahan air melalui talang air yang sudah terpasang.
Selain itu, tambahnya, terhadap alat ini juga sudah rancang khusus agar air hujan yang pertama kali turun bisa dikeluarkan dan digantikan dengan air hujan berikutnya.
Kemudian, air hujan yang pertama kali turun juga biasanya masing mengandung banyak kotaran dan tidak layak. Namun setelah melalui berbagai proses sterilisasi, air hujan ini akan dialirkan menuju tempat penampungan yang berkapasitas ribuan liter.
"Jadi alat ini fungsinya sangat besar. Ketika musim kemarau, dapat mengatasi krisis air bersih. Dan begitu musim hujan turun, dia dapat menampung air," terangnya. (man)