Buton

Bupati Buton: Lulus Kuliah Jangan Berpikir Jadi PNS, Ciptakan Lapangan Kerja

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 10 September 2019 04:31 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Bupati Buton: Lulus Kuliah Jangan Berpikir Jadi PNS, Ciptakan Lapangan Kerja

PUBLIKSATU, BUTON - Bupati Buton, La Bakry mengajak mahasiswa agar bisa meningkatkan kreativitas serta pola pikir untuk membuka lapangan kerja ketimbang harus mencari kerja. Terlebih mengharapkan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah lulus kuliah.

Ia menjelaskan saat ini para generasi muda telah berada di era serba digital. Tentu hal ini menjadi tantangan yang sangat berat bagi mahasiswa dimana peran manusia dalam industri telah banyak tergantikan oleh mesin. Misalnya, dahulu toko masi banyak membutuhkan tenaga manusia. Namun saat ini peran tenaga kerja tergantikan oleh belanja online.

"Orang sudah senang pesan saja di rumah. Bahkan makan. Di Baubau sudah kan tapi belum massal. Di kota-kota besar itu sudah massal dan masif sekali. Jadi itu pantangannya. Jadi kita tidak bisa berharap lagi setelah selesai saya mau kerja di mana. Kita harus menjadi pencipta lapangan kerja. Harus buang jauh-jauh pemikiran kita. Anda-anda semua saya habis ini mau melamar kerja. Di Dinas ini, di daerah ini. Jangan. Sekarang dimana pun. Harus berpikir orang-orang mandiri," ujar dia saat serah terima mahasiswa KKN-P Unidayan di aula kantor Bupati Buton, Lantai II, Kompleks Perkantoran Takawa, Senin (9/9/2019).

Bukan tanpa alasan, orang nomor satu di Buton itu yakin para mahasiswa dapat melakukannya, terlebih sejak sekian tahun para dosen telah mentransferkan ilmu pengetahuan dengan berbagai macam kemampuan dengan harapan kualitas individu meningkat yang pada akhirnya mahasiswa bisa mengelolah diri sendiri.

"Karena nanti kita bertemu dengan itu. Ini tantangan anda-anda semua. Saya ini dengan beliau-beliau di depan ini masih ada eranya berbeda. Sangat berbeda. Maka dari itu, harapan saya jangan berpikir menjadi pegawai negeri. Tidak haram. Silakan saja. Jangan sampai sebentar. Kami ini di daerah membutuh guru ada kurang lebih ada 800. Dikasih formasi dari pusat itu bisa dihitung dengan jari," ujarnya. (Cro2)

Bagikan