Buton

Kabag Sumda Buton: Garis Besar Ingin Jadi Polisi Persiapan Diri

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 4 Februari 2020 20:34 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Kabag Sumda Buton: Garis Besar Ingin Jadi Polisi Persiapan Diri

PUBLIKSATU, BUTON – Kepala Bagian Sumberdaya Kepolisian Resor Buton, AKP Syakhril. S memimpin upacara bendera di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Pasarwajo, Senin (3/2/2020).

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan kehadiran kepolisian ditengah-tengah para pelajar merupakan bentuk silaturahim dan juga bentuk sinergitas antara kepolisian dan pihak sekolah. Kegiatan itu juga sekaligus memberikan sosialisasi penerimaan calon anggota Polri. Baik Akademisi, Akpol,Bintara termasuk Tamtama.

"Sehingga saya dari jauh-jauh hari sebelumnya. Baik yang duduk di kelas tiga, kelas dua termasuk kelas satu. Itu awal-awal tidak ada pemahaman, sehingga kami dari pihak kepolisian berharap anak-anak ku sekalian para siswa untuk mengikuti rekruitmen kepolisian itu seperti apa. Terkadang kita mau menjadi anggota polri tapi mendapat informasi-informasi yang tidak jelas," ujarnya.

"Tentunya, biasanya hampir setiap tahun itu ada penerimaan. Walaupun sampai hari ini belum ada penyampaian secarah resmi karena memang belum ada. Pas waktunya. Karena setiap tahun seperti itu. Baik dengan akademisinya, akpolnya, maupun yang berhubungan dengan Bintaranya termasuk yang berhubungan dengan tamtama. Ini bisa anak-anakku sekalian bisa dijadikan sebagai hal untuk kedepan ada pemikiran untuk menjadi anggota polri," sambungnya.

Lanjut, ia menjelaskan berbicara rekruitmen calon anggota polri tentu tidak terlepas dari persyatan. Kata dia untuk menjadi anggota Polri memiliki banyak persyaratan. Kendati demikian, garis besar dari semua itu, tentu persiapan diri.

"Garis besarnya tentu kita harus mempersiapkan diri. Persiapannya itu seperti apa? Perispan yang paling utama sesuai dengan program pendidikan atau tes yang ada itu kita harus mempersiapkan secarah administrasi, kelengkapannya lebih utama," ujarnyam

"Kemudian yang kedua ada kesiapan yang berhubungan dengan kesiapan jasmani kita. Ketiga, ada kesiapan dengan akademisi. Ada persiapan yang berhubungan dengan olah raga. Ada persiapan yang sifatnya masuk dalam syarat," imbuhnya.

Tidak hanya itu, menurut dia penerimaan anggota polri perlu dilakukan sosialisasi. Sebab, siswa dan siswi yang memiliki cita-cita menjadi anggota polri terjebak dalam informasi yang menyesatkan.

"Banyak saya di beritau, dan merasakan hal itu bahwasanya ada beberapa informasi yang kadang-kadang menyebak kita hingga kemudian yang sejak awal mungkin kita berminat setelah ada informasi yang manakala dari sisi ekonomi itu ada hubungannya disitulah kadang-kadang kita mengurung niat kita," terangnya.

"Padahal yang paling utama itu yang berkaitan dengan hal-hal yang suda di umumkan. Itulah adanya. Kalau pendamping ada informasi-informasi yang sifatnya mungkin tidak jelas. Itu saja kami cari tau orangnya siapa. Dan bila perlu informasikan ke kami. Apalagi yang berhubungan dengan menyiapkan dana harus sekian-harus sekian. Saya minta, saya umumkan disini karena saya tidak bisa deteksi satu persatu," tambahnya.

Pantauan, usai memimpin upacara, AKP Syakhril. S bersama Brigadir Salim SH melakukan sosialisasi sadar hukum. Dalam sosialiasi sadar hukum ini, Salim menerangkan terkait masalah hukum yang sering menerpa para palajar. Misalnya, penghinaan yang berujung pada penganiayaan. Selain itu, ada juga pelanggaran lalulintas dan bijak bermedia sosial. (Cro2)

Bagikan