Buton

Wujudkan Sultra Emas, Agista Resmikan IKM di Buton

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 6 Maret 2020 15:11 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Wujudkan Sultra Emas, Agista Resmikan IKM di Buton

PUBLIKSATU, BUTON - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Agista Ariany Ali Mazi, SE, melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Buton. Kedatangan Ketua TP PKK Provinsi Sultra itu meresmikan bangunan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Tenun Wabula, di Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kamis, 5 Maret 2020.

Peresmian bangunan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Buton, La Bakry, Sekretaris Daerah (Sekda) Buton, LM Zilfar Djafar, Ketua Dekranasda Kabupaten Buton, Delia Montolalu La Bakry, Pengurus Dekranasda Provinsi Sultra, Forkopimda, Anggota DPRD Buton, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bank Sultra Cabang Pasarwajo, Camat Wabula, M. Basri, dan masyarakat.

Dalam sambutannya Agista memaparkan Dekeranasda merupakan wadah berhimpunnya segenap pemangku kepentingan dan pencinta seni kerajinan yang memiliki tujuan menggali, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan pembinaan dan kemitraan baik dari pemerintah daerah maupun pihak lain yang konsen dengan seni kerajinan.

“Dekranasda Prov. Sultra periode tahun 2018-2023 telah menetapkan 3 program unggulan yakni Pengembangan kerajinan Berbasis Budaya Lokal, Peningkatan kualitas Produk, SDM Perajin dan Pemasaran serta Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kerajinan,” urai Ketua KONI Sultra ini.

Lebih lanjut, Ketua TP PKK Provinsi Sultra ini merincikan ketiga program tersebut merupakan wujud partisipasi Dekranasda dalam mendukung terwujudnya lima pilar utama Program Pemerintah Provinsi menuju Sultra Emas.

Agista juga memuji Kabupaten Buton yang memiliki potensi kerajinan yang sangat besar, baik itu SDM perajin maupu SDA sebagai sumber ketersediaan bahan baku kerajinan kerajinan yang melimpah.

“Beberapa jenis kerajinan masyarakat kita yang sudah memiliki pasar tersendiri seperti tenun yang terkonsentrasi di desa Wabula dan dibeberapa desa lainnya, serta anyaman tikar dan nentu yang membutuhkan pembinaan dan pengembangan baik desain, kualitas produksi serta pewarnaan,” katanya.

Bagikan