DROK Minta Eks Penumpang Lambelu Asal Buton Diperiksa Secara Detail, Bukan Berdalih Minim Rapid Test
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Dewan Rakyat Oposisi Kepton (DROK) menilai pemerintah Kabupaten Buton dalam menghadapi pandemi virus corona terkesan lebih mengutamakan penanggulangan ketimbang pencegahaan.
Menurut Ketua Dewan Rakyat Oposisi Kepton, Juardin seharusnya Pemda Buton dalam menghadapi pandemi ini lebih mengutamakan pencegahan untuk memutus mata rantai Covid-19 dengan mendeteksi sejak dini keberadaan virus dari mereka yang datang dari luar daerah.
Ia mengambil contoh penanganan Covid-19 pada para eks penumpang kapal KM Lambelu. Meski masa inkubasi telah berakhir dan tidak menimbulkan gejala, namun bukan jaminan mereka terbebas dari virus itu.
Oleh karena itu pentingnya mereka untuk dilakukan pemeriksaan baik dengan rapid test tahap awal maupun dengan swab test. Ini sangat penting dilakukan untuk memastikan dan melegahkan kegelisahan sebagian masyarakat.
Apa lagi belakangan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel) mencatat ada ABK KM Lambelu positif terinfeksi virus Corona (Covid-19).
"Sehingga yang perlu diwaspadai jangan sampai ada salah seorang penumpang yang berasal dari KM Lambelu tersebut terindikasi orang tanpa gejala (OTG)," ujar dia kepada Publiksatu.co, Selasa (21/4/2020).
Oleh karena itu, menurut dia pemerintah melalui gugus tugas sangat perlunya melakukan pemeriksaan secara detail bagi para eks penumpang itu untuk mendeteksi dan memastikan apakah mereka terbebas dari virus. Bukan kemudian berdalih kekurangan alat rapid test.