Buton

Bocah 11 Tahun di Kapontori Terseret Banjir, Ditemukan Meninggal Dunia

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 19 Mei 2020 16:32 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Bocah 11 Tahun di Kapontori Terseret Banjir, Ditemukan Meninggal Dunia
Proses evakuasi korban terseret banjir

PUBLIKSATU, BUTON - Pencarian terhadap SD (inisial), bocah usia 11 tahun yang hilang terseret arus saat banjir di Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton membuahkan hasil. SD ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (18/5/2020) sekira pukul 20.20 Wita.

Jenazah korban ditemukan sejauh lebih satu kilo meter dari tempat kejadian semula. Almarhum ditemukan di pinggir sungai dalam posisi tersangkut di batang pohon.

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolsek Kapontori, Iput La Ajima. Kapolsek menjelaskan kejadian itu bermula pada Senin (18/5/2020) sekira pukul 15.30 Wita, korban bersama dua rekannya mandi di sungai Labelago, Kelurahan Wakangka yang saat itu sedang banjir akibat hujan deras.

Keputusan korban mandi di sungai saat itu mendapat perlawanan dari kakak almarhum yang berada di tepi sungai. Hanya saja, larangan itu tidak diindahkan. Selang beberapa waktu, tiba-tiba korban terseret arus.

Mendapatkan informasi, Personil Polsek Kapontori bersama warga masyarakat Kelurahan Wakangka melakukan upaya pencarian dan sempat dihentikan pukul 17.30 Wita. Hingga upaya pencarian dilanjutkan sekira pukul 18.30 Wita. Korban pun ditemukan sekitar pukul 20.20 Wita.

"Korban ditemukan oleh warga pencari kelompok La Bara di pinggir Sungai Labelago dengan posisi tersangkut di batang pohon. Adapun lokasi ditemukannya korban dengan TKP awal sekitar +1 Km," ujar dia saat dihubungi Publiksatu.co, Selasa (19/5/2020).

Peliput : Agusrin

Bagikan