Buton

Pemkab Buton Cegah Stunting Berbasis Budaya Lokal

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 5 September 2020 02:28 WIB · 1 menit baca
Bagikan
Pemkab Buton Cegah Stunting Berbasis Budaya Lokal

PUBLIKSATU - Pemerintah Kabupaten Buton menerapkan budaya kearifan lokal untuk mencega terjadinya stunting atau kondisi gagalnya pertumbuhan pada anak baik tubuh maupun otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Akibatnya, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton, La Ode Syamsuddin melalui Sekdinnya, La Ode Zainal Abidin menjelaskan dalam rangka mencegah stunting, pemkab Buton melakukan pendekatan berbasis kearifan budaya lokal. Misalnya, budaya yang dapat diterapkan untuk mencagah stunting, melalui adat Posua dan ritual Posipo.

Zainal menjelaskan untuk mencapai target pencegan stunting di dua basis budaya itu. Maka penting sekali dilakukan pemahaman kepada para bhisa, dan dukun beranak yang kemudian menjadi corong pencegahan stunting berbasis budaya lokal.

Hal itu dilakukan, sebab dalam pengaplikasiannya, merekalah yang kemudian akan melakukan prosesi adat itu.

Zainal mengaku posou sangat berpengaruh dalam mencegah stunting. Pasalnya, acara adat ini dilaksanakan ketika seorang perempuan telah beralih statusnya dari gadis remaja menuju gadis dewasa.

Posuo diselenggarakan untuk menguji kesucian seorang gadis. Tradisi ini berlangsung selama delapan hari delapan malam di dalam suo atau ruangan khusus.

Bagikan