Ciptakan Generasi Berkelas, Pemkab Buton Deteksi Stunting Sejak Dini
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Dalam rangka mendukung optimalisasi upaya percepatan penurunan stunting terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Buton telah menyelenggarakan rapat koordinasi pelaksanaan aksi I ( analisis situasi) program penurunan stunting.
Rakor tersebut berlangsung di gedung D, Kompleks perkantoran Pemkab Buton, Februari 2021 lalu.
Ketua tim Koordinasi Penanggulangan Stunting Kabupaten Buton, Ahmad Mulia menjelaskan penurunan stunting bersifat konvergensi. Tidak bisa dikelola satu sektor. Harus melibatkan Organisasi Perangkat Daerah terkait yang bisa berdampak pada stunting. Misalnya, Dinas Kesehatan, Pendidikan, Ketahanan Pangan, BKKBN dan PUPR.
Bahkan saat ini, untuk percepatan penurunan stunting juga melibatkan organisasi-organisasi wanita, seperti PKK. Organisasi itu diharapkan berbicara tentang stunting di masyarakat agar persoalan stunting terbumikan di Kabupaten Buton.
"Setiap OPD harus ada program, karena kami yang dari Bappeda yang menjadi koordinator dalam hal ini yang akan mendesain agar disetiap OPD terkait yang konvergensi itu harus punya kegiatan-kegiatan yang fokus pada penanganan stunting. Jadi memang dibutuhkan semacam koordinator. Karena ini sudah lintas sektor. Sehingga mereka bekerja berdasarkan satu tema. Yaitu penurunan stunting, yang bekerja secara holistik terintegrasi. Ini lah yang kita harapkan percepatan penurunan stunting di daerah ini bisa mencapai target yang di inginkan," ujar dia saat ditemui di ruang kerjanya, gedung D, lantai 3, kompleks perkantoran Pemkab Buton.
Ahmad yang juga Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buton itu mencontohkan beberapa program kerja penurunan stunting di beberapa instansi terkait.
Misalnya, Dinas PUPR. Instansi itu memiliki program pembuatan jamban dan air bersih.