Setiap Tahun Stunting di Buton Berhasil Diturunkan
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton mengklaim berhasil menurunkan angka stunting (kekerdilan) setiap tahunnya.
Ketua tim Koordinasi Penanggulangan Stunting Kabupaten Buton, Ahmad Mulia menjelaskan mulanya penderita stunting di Buton tercatat 32 persen. Berkat keseriusan tim, tiap tahunnya penyakit itu dapat ditekan. Pada tahun 2019 angka stunting di Buton turun 5 persen.
Saat ini, 2021, stunting di Buton tersisa 22 persen. Ditargetkan pada tahun yang akan datang mampu ditekan hingga di bawah 22 persen.
"Kalau penurunan ini kan, awalnya kita itu 32 persen. Kemudian turun, di tahun 2019 yang lalu menjadi 27 persen, sekarang sisa 22 persen. Tahun berikut kita akan turunkan lagi di bawah 22 persen itu," ujar dia saat ditemui Publiksatu.co di ruang kerjanya, gedung D, lantai 3, kompleks perkantoran Pemkab Buton belum lama ini.
Ahmad Mulia yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah itu menjelaskan penurunan stunting tidak semudah yang dibayangkan. Banyak tantangan yang dilewati.
Kata dia, sebenarnya target nasional angka stunting hingga 18 persen. Saat ini penderita stunting di Buton tercatat 22 persen. Artinya tersisa 4 persen lagi.
"Target nasionalkan 18 persen. Kita sekarang 22 persen. Tinggal berapa persen. Tapi kan tidak semudah itu. Kalau berbicara matematika sederhana. Tapi kalau berbicara kondisi rill itu pasti ada tantangan-tantangan tersendiri. Mungkin persoalan sosialisasi, pemahaman masyarakat yang masih kurang. Ini menjadi tantangan tersendiri pagi pengurangan angka stunting," ujarnya.