Buton

Air PDAM di Pasarwajo Tak Layak Pakai, Warga Geruduk Kantor Bupati Buton

Oleh Redaksi Publiksatu / Sarmin · Selasa, 25 Mei 2021 00:54 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Air PDAM di Pasarwajo Tak Layak Pakai, Warga Geruduk Kantor Bupati Buton

PUBLIKSATU.CO - Sejumlah masyarakat yang mengatas namakan Gerakan Penyalur Aspirasi Rakyat (GPAR) Buton menuntut pemerintah daerah setempat untuk mengevaluasi pelayanan dan kualitas air hasil produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buton yang ada di Ibu Kota Kabupaten Buton, Kecamatan Pasarwajo.

Mereka menilai, selama musim hujan, kualitas air dinilai tidak layak pakai, air berwarna kecekelatan. Sudah begitu, pelanggan juga kerap membayar tagihan air dirasa tidak sesuai pemakaian. Padahal air PDAM tidak efektif mengalir.

Untuk menyalurkan kekesalannya mereka melakukan orasi di Kantor Bupati Buton, Kompleks Perkantoran Pemkab Buton, Pasarwajo, Senin (24/5/2021).

"Air tidak layak konsumsi, tidak jelas pembayaran tiap bulan naik, maksimalkan air dia jalan. Direktur PDAM diganti," ujar korlap gerakan penyalur aspirasi Rakyat Buton, Abdul Hamid kepada sejumlah wartawan di Kantor Bupati Buton.

Aspirasi GPAR ini diterima oleh Asisten I Pemkab Buton, Alimani. Mereka kemudian berdialog di anjungan Kantor Bupati Buton.

Alimani menyebutkan ada lima tuntutan dalam aksi itu. Semuanya ditampung untuk disampaikan kepada pihak terkait. Rencananya, untuk menyelesaikan permasalahan ini, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil PDAM Buton untuk memberikan klarifikasi.

Sementara itu, Direktur PDAM Buton, Sabarudin mengatakan, pelayanan PDAM saat ini di Pasarwajo sudah 24 jam. Sebab, menggunakan air gravitasi dari Kancinaa. Layanan 24 jam itu dimulai sejak tanggal 24 April lalu.

Bagikan