Buton

Pemkab Buton Gelar Ritual Pakande Ana-ana Maelu

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 20 Agustus 2021 15:01 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pemkab Buton Gelar Ritual Pakande Ana-ana Maelu
Pemerintah Kabupaten Buton menggelar ritual ‘Pakande Ana-ana Maelu’.

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton menggelar ritual ‘Pakande Ana-ana Maelu’. Tradisi warisan leluhur Buton tersebut digelar dalam rangakaian 10 Muharam bersama Forkopimda Kabupaten Buton dan Perangkat Masjid Keraton Buton.

Ritual baru pertama kali diselenggarakan Pemkab Buton. Giat dipusatkan di Aula Rujab Bupati Buton, Pasarwajo, Kamis 19 Agustus 2021.

Bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Sebab Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah. Karenanya banyak negeri-negeri Islam memuliakan bulan ini dengan tradisi dan budayanya masing-masing.

Oleh karenanya itu, Bupati Buton menggelar tradisi ‘Pakandeana ana-ana maelu’ – memberikan makan anak yatim piatu. Tradisi tersebut merupakan syarat makna kemanusiaan yang hadir sejak 6 abad silam, atau sekitar tahun 1500-an, atau sejak Islam masuk di Buton.

Berjumlah 44 anak yatim piatu yang berasal dari masing-masing desa dan kelurahan di Kabupaten Buton ini mengikuti tradisi yang dimulai dengan membasuh ubun-ubun anak anak yatim, dan memberikan makan serta memberi santunan kepada anak yatim. Tradisi tersebut mengandung makna mendoakan anak yatim piatu diberi umur panjang, rezki yang halal dan keteguhan iman.

Lakina Agama Masjid Agung Keraton Buton, Drs. HLM Kariu mengatakan tradisi ini sudah hampir punah.

"Karena sesungguhnya anak-anak kita ini masih membutuhkan pendekatan dengan orang tuanya tetapi nauzubillah mereka sudah ditinggalkan. Oleh karena itu, kewajiban kita sebagai umat muslim harus betul betul terbuka hati kita," katanya.

Bagikan