Komponen Tenun Buton Masih Ketergantungan Dari Luar Daerah
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON - Bupati Buton, La Bakry menjelaskan pengadaan bahan baku masih menjadi kendala bagi komponen pengrajin tenun di Buton. Hingga saat ini, setidaknya bahan baku komponen masih didatangkan dari luar daerah.
"Kita belum punya kapas, benang. Semua masih didatangkan dari luar Buton kecuali untuk pewarnaan alam,” ujar dia belum lama ini.
Selain kendala itu, La Bakry mengaku, hasil produk tenun Buton juga masih sulit menembus pasar nasional. Olehnya ia berharap agar para pengrajin lebih kreatif dalam menghasilkan desain yang bisa menembus pasar nasional dan disukai semua kalangan. Pasalnya secara ekspor produk lokal belum ada yang tembus nasional masih sangat terbatas yang menggunakan kain tenun Buton.
Lanjut Politisi Golkar ini, untuk menuntaskan kendala itu, harus ditangani dengan kerja sama antara pemerintah dalam menggandeng pengrajin untuk bisa memasarkan produknya sampai ke pasar nasional.
Dalam mengatasi hal ini juga ia mengatakan diperlukan kolaborasi dari Dekranasda, Dinas Perindustrian, Perdagangan. Dukungan pelatihan, juga diperlukan promosi, hingga memberi akses ke pasar nasional.
Sementara itu, Kadis Perindustrian Buton, Sadisu mengatakan pada sektor tenunan Buton hanya unggul di pewarnaan alam, sementara bahan baku masih didatangkan dari luar Buton.
“Bahan baku kita masih didatangkan dari luar Buton, kita belum bisa produksi sendiri dan ini tentu akan mempengaruhi harga jual nantinya,” terangnya.